Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Renungan Rabu, 1 Mei 2019

Yoh 3:16-21 Terang tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."  (Yoh 3:21) Datang dan berdiamlah di dalam Terang Bukankah segalanya akan lebih mudah terlihat Harap, kasih, jalan, dan hati? IA hidup, dan menjadi Terang Hanya di dalam DIA, engkau dapat melihat segalanya, lalu menjadi bahagia Bahagia manusia adalah harapan Harapan tak pernah lekang, bila engkau mampu melihat jalanmu Jalanmu hanya akan jadi jelas bila IA menerangimu IA telah menyalakan kasihNya bagimu Berdiamlah di dalam Terang TUHAN Hanya di dalam TUHAN Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 30 April 2019

Yoh 3:7-15 Anak Manusia Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  (Yoh 3:13) Tanyakanlah Mengapa engkau mesti bangkit? Apa yang tersedia bagimu di ujung jalan barumu? Bukankah hati perlu jaminan? IA tahu Engkau tak pernah bisa berjalan sendiri Itulah sebabnya, IA mendahuluimu Hanya supaya engkau tahu bahwa IA menunggu Dan tak ada yang sia-sia dari perjuangan menyalakan hati Bangkit IA tak pernah pergi Apa lagi yang engkau ragukan? Kadang-kadang, manusia percaya untuk mencoba Bila tak sesuai impian, ia mudah ingkar Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Minggu, 28 April 2019

Minggu Paskah II Yoh 20:19-31 Thomas Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."  (Yoh 20:27) Barangkali engkau juga tak cukup mudah melihatNya Bila cerita tak sanggup menembus hatimu Atau bila engkau selalu tak ada saat IA datang Setiap orang memang perlu bukti untuk percaya Apalagi bila engkau tak ada Lalu bagaimana? Sejatinya Bangkit memberi damai sejahtera pada setiap hati Damai dari kemenangan, bukan dari pelarian Damai dari pergulatan, bukan dari kenyamanan Amat mengherankan, bahwa hidupmu yang menderita dan penuh pergulatan, masih perlu menuntut bukti bahwa IA hidup untukmu Bangkit Di dalam kasih, engkau hanya perlu percaya Bukankah IA Maharahim? Tapi jika engkau masih merasa Bahwa damai berarti menghapus segala tantangan Engkau akan terus mencari bukti Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebuti...

Renungan Sabtu, 27 April 2019

Mrk 16:9-15 Wartakanlah Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  (Mrk 16:15) Bangkit Mulailah bercerita tentang kasihNya yang menghidupkanmu Terang itu akan bersinar saat engkau mulai berbagi cerita Apalah gunanya engkau menerima, bila engkau tak mampu berbagi Hidup menjadi lengkap justru karena cerita Dan bahagia hidup adalah cerita tentang IA yang menghidupkan hatimu Saat IA bangkit, engkau harus berbagi ceritaNya Ceritamu bersamaNya CeritaNya padamu CeritaNya di hatimu Maka bila engkau telah hidup Bagikan kisahmu kepada sesama Bila engkau bingung tentang kisahmu "IA hidup" Lanjutkanlah dari jiwamu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Jumat, 26 April 2019

Yoh 21:1-14 Itu TUHAN Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.  (Yoh 21:7) Bila dengan kasih engkau gapai bangkitNya Engkau membuka pintu bagi jalan bahagia yang baru Karena itu bila api kasih di hatimu mulai redup, IA tak akan segan mengganggumu Agar api hatimu kembali terang Bangkit bukan berarti segala deritamu usai Bangkit berarti IA akan selalu ada di pantai samudra hidupmu IA, yang melihat IA yang memberimu cara IA yang membuka jalan pada kelimpahan kasih IA yang selalu punya pantai agar engkau berbagi kisah kasih IA yang hidup Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Kamis, 25 April 2019

Luk 24:35-48 IA datang Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"  (Luk 24:36) Nikmatnya cerita tentang bangkit Cerita-cerita itu tidak pernah berjalan sendiri IA ada, lalu menyelesaikan setiap cerita dengan sempurna Kehidupan adalah kisah Dirajut dalam salib Lalu lelah bersama ingatan Bercahaya bersama pelajaran Dan sempurna bersama DIA Jangan pernah takut untuk bercerita tentang hidup IA datang, untuk menyelesaikan kisahmu dalam kasih Sebab di dalam hidup, iman bukanlah mimpi Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 24 April 2019

Luk 24:13-35 Emaus Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"  (Luk 24:32) Emaus IA yang tak mau engkau kembali ke dirimu yang lama Tak ada putus asa, sebab IA akan menghadangmu di jalan menuju malam yang telah kau tinggalkan di kaki salib Di dalam penderitaan Melihat DIA yang hidup memang selalu sulit Apalagi jika deritamu tak lagi punya jalan untuk berharap Lalu engkau kembali untuk memeluk Emaus Lihatlah IA yang bangkit Menemani Mendengar Menjawab Lalu memberimu hidup baru IA memberimu bukti Bahwa harapan tak pernah boleh berakhir Dan IA berjalan di sudut pasrahmu Jangan berlama-lama di Emaus pasrahmu Kembalilah, engkau telah melihatNya IA menjaga malammu agar tak gelap Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 23 April 2019

Yoh 20:11-18 Kabut Hati Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.  (Yoh 20:16) TUHAN pasti menang di kegelapan hatimu Hanya saja, selimut kabut hati, saat ketakutan, kebingungan, dan penyesalan masih berbekas Membuatmu salah melihat IA yang hidup Tahukah engkau? IA yang hidup, memanggil engkau dengan namamu IA yang menang, menembus seluruh selubung kegelisahanmu, bersua namamu yang berbaring damai di hatiNya yang hangat Bila engkau masih ragu untuk bangkit hari ini Ingatlah, IA memanggilmu dengan namamu IA tahu siapa engkau IA mengasihimu IA hidup di depan gelisahmu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Sabtu, 20 April 2019

Sabtu Suci Mat 28:1-10 Bangkit Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-muridNya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."  (Mat 28:7) Seperti api Kegelapan sekelam apapun bukanlah halangan bagiNya IA hidup, dan itu cukup bagimu IA menang melawan dukamu, IA berkuasa melawan dosamu, IA kuat menempuh deritamu Sukacita iman adalah kebangkitan IA, yang memelukmu sepanjang darah dosa, Telah menghangatkan kasihNya pada dinding-dinding hatimu Kubur kekelamanmu telah IA bongkar Lalu apa yang mesti kau lakukan pada cahaya hatimu? Hidup tak selesai di pintu tobat IA menunggumu di Galileamu, di senyummu, di hatimu Kegembiraan terbesar dari tebusan adalah harapan tak pernah usai Dan hidup selalu berarti kesempatan Lalu di akhir cahaya, tanyakalah Paskah, pas kah? Hatimu menjawab untukmu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Vale...

Renungan Jumat, 19 April 2019

Jumat Agung Yoh 18:1-19:42 Tebusan Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakanNya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepadaKu, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa."  (Yoh 18:8-9) Hari ini IA berdiri dengan tubuh darahNya Di depanmu Tidakkah engkau tahu Seharusnya engkau yang berpalang pada hukuman? IA memilih menggantikanmu Hanya supaya senyuman pada sudut bibirmu kembali merekah Engkau memilihNya sebagai hidupmu, IA memilih menggantikanmu di palang salib Bahagia apa yang lebih besar dari kesempatan? Sukacita apa yang lebih besar dari tebusan? IA yang memilih salib, ingin melihat itu dari hatimu Maka biarlah matamu memandang Tubuh Berdarah di depanmu itu Seharusnya engkau di situ IA mengasihimu Dan menyuruhmu berganti jalan TUHAN IA yang selalu berdiri di depanmu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman...

Renungan Kamis, 18 April 2019

Kamis Putih Yoh 13:1-15 Kasih Putih Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;  (Yoh 13:14) Putih Dan ENGKAU yang membasuh jiwaku Memelukku dengan putih kasih sebelum berdarah Putih Dan ENGKAU yang membasuh benciku Berganti sentuhan lembut pada sudut kakiku yang kukira tegar, tak perlu siapapun Putih Dan ENGKAU yang memeluk jiwaku yang rapuh Bangun, lalu mulai berbagi putih kasih ENGKAU yang tega membasuh kakiku Takkan kubiarkan sampai ujung bumi sekalipun Meski aku, selalu merasa bisa, bahkan belum membasuh kaki siapapun Lalu memilih menginjak, bahkan ENGKAU juga Peluk aku sampai putih Lalu biarkan aku memeluk jiwaku sampai putih Memeluk sesamaku sampai putih Dan dunia pun putih Seperti hatiMu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 17 April 2019

Mat 21:14-25 Menjual Nurani Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  (Mat 26:15) Di hadapan ketidakmampuan memaniskan hidup Keputusanmu adalah menjual nurani Lalu merasa menang di atas kekalahan hati Dunia ini adalah dunia penuh topeng Tetapi haruskah engkau menjual nuranimu? Apakah dosa tak cukup, dan engkau perlu membenarkannya dengan menjual isyarat kasih? Dasar terdalam neraka bukanlah dosa Tetapi nurani yang dijual Sebab saat itu, engkau kehilangan perasaan berdosa Ikat nuranimu baik-baik Ia tak pernah dinilai Apalagi ditukar Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 16 April 2019

Yoh 13:21-32, 36-38 Iskariot Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  (Yoh 13:21) Kasih, bila tak kunjung menyentuh kalbu, adalah duri bagi persaudaraan Bila engkau tak memahami, bagaimana IA mengasihimu, engkau juga sama Sebab pada dasarnya, manusia mencari bahagia Untuk itu, ia rela menyerahkan apapun, bahkan TUHAN Ingatlah Bila pencarian kasihmu tak berhenti di perhentian salib Mungkin engkau akan berjalan lagi, menjual salib bagi bahagia lain Jangan lupa, berkhianat tidak selalu karena mau jadi jahat Kadang-kadang, orang hanya belum paham bagaimana ia dikasihi Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Senin, 15 April 2019

Yoh 12:1-11 Narwastu di Betania Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."  (Yoh 12:7-8) Setiap orang dapat berdalih agar terhindar dari kewajiban kasih Seperti engkau, Dapat berdalih menunda jalan kembali, hanya agar terhindar dari kesempatan berbuat kasih Bukankah kasih sejatinya adalah narwastu murni Wewangian terbaik untuk berkat perjumpaanmu dengan DIA, yang langka dan berharga itu? Saat ini, mestinya engkau sudah harum di hadapanNya Memeluk dan meminyaki kakiNya dengan kasih, seperti kasihmu dalam jalan tobat Kasih itu bukan kejutan Sebab setiap narwastu hati harus diasah dengan tekun dan setia, bukan sekali jadi Itulah sebabnya, hati yang mengasihi selalu mahal Bila engkau baru datang hari ini, engkau tahu wangi apa yang kau persembahkan Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Sabtu, 13 April 2019

Yoh 11:45-56 Kesepakatan Membunuh Nurani Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"  (Yoh 11:56) Saat hati mulai sepakat Akan ada dua sorakan di pintu hati Mereka yang bahagia, dan mereka yang bersiasat Keduanya punya satu pertanyaan "Akan datang jugakah IA ke pesta?” Dalamnya hati, siapa yang tahu? Berwaspadalah pada kegembiraan semu Jangan sampai bibirmu bermadah untuk bersiasat menyimpan gelap, lalu ikut bersorak Jangan sampai gembiramu meluap menyiasati gagalnya engkau membersihkan hati, lalu ikut menari Hanya supaya dilihat Dan engkau telah bersepakat membunuh hatimu, dan IA di dalamnya Masih ada waktu, kembalilah Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Jumat, 12 April 2019

Yoh 10:30-42 Melempari TUHAN Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari BapaKu yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"  (Yoh 10:32) Jalan kasih biasanya bahagia bila bertemu hati Tetapi untuk manusia, sebaik apapun jalan kasih, selalu repot bila bertemu perasaan Itulah sebabnya, bila IA datang memelukmu Engkau mudah enggan bila perasaanmu terusik Entah engkau tahu atau tidak, sisi terdalam dari perasaan adalah curiga yang tak selesai dihapus bahagia Apa yang tak terungkap dalam perasaan adalah kuasa, gengsi, marah dan takut Tobat adalah jalan membuka hati bagi jalan kasihNya Jalan itu terjal, sebab engkau mesti rela kalah dengan perasaanmu Hanya dengan demikian, Paskahmu membahagiakan Hari ini batu, minggu depan salib Setelah itu, IA akan terus memandangMu Bila IA menang dengan salibNya di hatimu, engkau bahagia Bila IA kalah, engkau mungkin akan terus terusik Damai di bumi, ...

Renungan Kamis, 11 April 2019

Yoh 8 :51-59 Degil Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."  (Yoh 8:56) Akan sangat sulit menjelaskan tentang kasih kepada orang yang menutup dirinya Bila engkau kehilangan kasih Yang ada padamu hanya iri hati, bingung, dan degil Engkau lalu mulai mempersalahkan, berdebat tak berujung, lalu menolak IA datang dengan kasih Memeluk masa lalumu, membuka masa kinimu, dan memberkati hari esok Lalu menjadikanmu bersukacita Apakah engkau belum juga mengerti? Haruskah salib kembali membuatmu mengerti? Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu 10 April 2019

Yoh 8:31-42 Anak Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.  (Yoh 8:42) Berhati-hatilah terhadap segala kebanggaan Bangga pada usaha Bangga pada diri Bangga pada doa Di dalam TUHAN, semakin dekat, seharusnya semakin rendah engkau merendahkan hatimu Bukan semakin kuat menepuk dadamu Engkau selalu bangga disebut anak Bapa Tetapi engkau hanya mau mendengar apa yang ingin kau dengar Dan menolak apa yang menyerang aibmu Dalam tobat IA datang mengganggu hatimu Engkau dapat terus berbangga Tetapi IA tidak mendapat tempat di hatimu Tobat Mulailah mendengar apa yang mengganggu hati Bila hati dan perasaanmu terusik, jalan tobatmu sedang terbuka Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 9 April 2019

Yoh 8:21-30 Lihatlah DIA Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu.  (Yoh 8:28) Mungkin segalanya takkan mudah kau mengerti Tentang kembali Tentang hati Tentang kasih Tentang kurban Mungkin juga engkau jengkel Mengapa ada yang sibuk mengusik urusanmu? IA ditinggikan dalam darah dan kurban Hanya agar engkau mengerti, betapa berhargaNya engkau di hatiNya, dan betapa bahagianya IA saat mengasihimu Meski harus dibayar darah dan kurban Simpanlah kebingunganmu di kaki palang darah itu IA yang tergantung, menjawab semuanya untukmu Seluruh kebenaran dari seulas senyuman dari bibirNya yang berdarah dan lidahNya yang telah kelu Kalah melawan bingungmu yang tak usai Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Senin, 8 April 2019

Yoh 8:1-11 DIA mengerti .... Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."  (Yoh 8:9b-11) Bila engkau bersalah Mula-mula sesamamu menghakimimu Bila mereka selesai Mulailah deritamu, saat engkau ditinggalkan sendirian Tapi lihatlah, bagaimana IA bertemu kotornya jiwamu di debu dosa dan panas pedas hakim sesamamu IA, yang terakhir bersamamu, memilih untuk tidak ikut pergi IA, yang memeluk sesalmu sekuat kasihNya, tak ikut bermulut pedas IA tahu, remuk redam kisahmu sudah cukup menyakitkan IA menyuruhmu pergi Bila suatu saat engkau kembali ke debu itu, IA masih di sana Menjagamu DIA tahu siapa engkau DIA mengerti DIA melindungi DIA menguba...

Renungan Minggu, 7 April 2019

Minggu Prapaskah V Zinah Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepadaNya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."  (Yoh 8:7) Ada dua jalan menutup dosa Diam Atau berteriak sekeras-kerasnya tentang kesalahan orang lain Dan engkau tidak pernah jadi lebih baik dengan melakukan yang pertama Juga malah menambah beban dosa dengan melakukan yang kedua Hidup itu ibarat jari Jika satu menunjuk, tiga kembali ke hati, dan dan satu mengikat yang kembali Bila ingin bertobat Genggam hati sesamamu di jalan tobat yang sama, lalu berbahagialah di dalam DIA yang menerima semua hati Manusia memang aneh Jauh lebih takut diketahui sesama Aman selama TUHAN disangka diam Lalu beramai-ramailah teriak menunjuk dosa Agar tidak ditunjuk, tunjuklah lebih dahulu, katanya Maka perempuan berzinah, dan laki-laki merajam, untuk apa yang dilakukan berdua Bertobatlah Dama...

Renungan Sabtu, 6 April 2019

Yoh 7:40-53 Orang Galilea Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."  (Yoh 7:41-42) Galilea IA datang seperti yang biasa engkau kenal Tak lebih, tak kurang Tobat adalah jalan Galilea Jalan engkau menemukan kesederhanaan kasih Jalan engkau menemukan DIA di hari-harimu yang biasa berlalu Bila engkau tetap tak percaya IA dari Galilea Bila engkau tak percaya IA dari kesahajaan kasih Hanya ada dua kemungkinan Engkau tak mau IA ada di Galileamu Atau engkau terlalu tinggi menaruh kerinduanmu Jangan pernah meremehkan hal-hal sederhana bila ingin bertobat IA selalu punya tempat dalam kesederhanaan Tepat saat imanmu kini bersulam emas permata tinggi hati Maukah engkau turun ke Galilea? Harus, jika engkau ingin memelukNya lagi Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada s...

Renungan Kamis, 4 April 2019

Yoh 5:31-47 Musa Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepadaKu, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?" (Yoh 5:46-47) Setiap hati didakwa oleh telinga dan mata Setiap jiwa didakwa oleh hati Engkau kadang-kadang aneh Memiliki segalanya untuk berubah, lalu melakukannya Tapi enggan percaya pada apa yang engkau lakukan Engkau tahu banyak tentang DIA, tapi enggan percaya Karena itulah, telinga dan matamu mendakwamu Bahagia hati selalu ada Bila engkau bersedia menanggalkan keenggananmu untuk kembali Sayang jika engkau suka bercerita tentang DIA, sambil menutup mata dan telingamu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 3 April 2019

Yoh 5:17-30 Menimba bahagia hidup Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  (Yoh 5:25) IA yang memintamu kembali, adalah jaminan bahagia hidup yang tak tergantikan IA memastikan engkau bangkit, hidup dan berbahagia dalam kelimpahan kasih Saat ini, bagaimana sikapmu saat IA sudah di pintu hati? Akankah engkau bangkit, memelukNya, dan mendengarNya? Ataukah engkau masih memilih ragu Sebab ada yang masih tak ingin kau lepas Sebab ada yang memalukan, yang tak ingin kau ungkapkan? Bila ada jalan menuju bahagia hidup Mengapa engkau masih setia memeluk kegelapan? IA sudah di pintu hatiMu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 2 April 2019

Yoh 5:1-16 Bethesda Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."  (Yoh 5:8) Menemukan bahagia, seampuh apapun caranya, tetap mustahil bila IA tak hadir di hatimu Engkau dapat mendengar semua jalan Melihat semua tapak Lalu mulai belajar menemukan bahagiamu Bila IA tak sampai ke hati Tilammu mungkin takkan sanggup engkau angkat Lalu engkau mudah menjadi kecewa, marah dan berhenti berharap lagi Setiap hati berhak untuk bahagia Tetapi setiap bahagia mendapat kesempurnaannya di dalam DIA Tetapi ingatlah Jangan ikat hatimu pada Bethesda dan Sabat Bethesda, dan engkau hanya menunggu dan diam Sabat, dan engkau yang suka memilih-milih berkat Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas