Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Sabtu, 3 Agustus 2019

Mat 14:1-12 Herodes Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.  (Mat 14:8-9) Lihatlah Betapa lemahnya kehendak memeluk kebaikan demi sehelai malu Lihatlah Betapa manusia mudah menjadi kecil dan lemah Justru di saat ia merasa paling kuat dan perkasa Berbuat baik itu mudah Saat engkau rela mengosongkan jiwamu dalam ketulusan Bila sedikit saja kau tambatkan rasa kuat diri dan kesombongan Ia mulai menjadi sulit Engkau dapat meraih banyak berkat Tetapi biarkan hatimu tetap ringan Agar engkau tak mudah kalah Lalu diam Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Kamis, 9 Mei 2019

Yoh 6:44-51 Abadi di dalam TUHAN Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."  (Yoh 6:51) Bahagia hidup di dalam TUHAN itu abadi IA yang memberimu segalanya Memberimu harapan Memberimu hidup Memberimu kesempatan Menjadi paskah Berarti tahu jalan menuju hidup Berarti tahu membahagiakan hati Berarti tahu merawat jiwa Satu-satunya penopangmu ialah TUHAN IA, yang tak pernah pergi Memberi, lalu menjaga dan memastikanmu hidup Bahagia itu tak pernah sendiri Hidup selalu berarti menggenggam harapan Senyum selalu berarti ada wajah Itulah sebabnya, IA memberi Di atas segalanya IA mengasihimu, kesayanganNya yang tak ternilai Datanglah Kenyangkan jiwamu dengan kasihNya Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Minggu, 5 Mei 2019

Minggu Paskah III Yoh 21:1-19 Memeluk TUHAN Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepadaNya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-dombaKu.  (Yoh 21:17) Dunia ini menyukai pendengar, tetapi geram pada kesaksian Itulah sebabnya, bila api paskahmu mulai bernyala di setiap sudut hati yang kau sentuh Mula-mula datang godaan Tentang indahnya masa sebelum engkau memutuskan bangkit Menarikmu ke sana, lalu melamun dalam keinginan IA datang, menghardik jalan kembali dengan mengingatkanmu pada kisah kasihNya di derita gelapmu Bila itu usai, datanglah derita, kecewa, penolakan, dan lelah Segalanya berjalan tak seindah harapan paskahmu Saat itulah, IA bertanya "Apakah engkau mengasihi Aku?" A...

Renungan Sabtu, 4 Mei 2019

Yoh 6:16-21 Jangan Takut Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!"  (Yoh 6:20) Setiap hati menemukan kegelapan masing-masing Di dalamnya, engkau bergulat bersama marah, menyesal, kecewa, sedih, hampa, dan lelah Kegelapan itu menggelora, mengguncang sampai di akar harapan Tahukah engkau IA berjalan di atas gelora itu untuk menemuimu IA membelah guncang hatimu untuk memelukmu IA ingin menyalakan harapan yang padam pada jiwamu yang takut Memang Di hadapan badai derita TUHAN dan hantu hanya berbalik nama Dengarkan suara yang menyapa hatimu "Aku ini, jangan takut!" Jangan takut untuk memulai bahagia Agar hatimu terbiasa mendengarNya, bahkan di tengah badai paling dahsyat sekalipun Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Jumat, 3 Mei 2019

Pesta St. Filipus dan Yakobus, Rasul Yoh 14:6-14 Percaya Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.  (Yoh 14:9) Seandainya Bila sesama ada, seandainya IA ada Bila IA ada, seandainya BAPA ada Engkau tak pernah segan menunjukkan keenggananmu memeluk cahaya Manusia seharusnya bahagia dengan apa yang ia peluk Bukan dengan apa yang ia mimpikan Bila IA datang memelukmu Bukankah segalanya sudah siap membahagiakanmu? Mengapa engkau masih perlu bertanya? IA datang, itu cukup untuk seluruh bahagiamu Manusia dan ironi pertanyaannya Merasa tidak tahu, agar dapat bersembunyi dalam keserakahan dan keengganan hatinya Hidup adalah jalinan pertanyaan yang tak berakhir Jawaban untuk semua pertanyaan itu hanya satu: YESUS KRISTUS, TUHAN kita Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Va...

Renungan Kamis, 2 Mei 2019

Yoh 3:31-36 Memilih Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yoh 3:36) Sudah saatnya engkau memilih Percaya, atau melewatkan Cahaya Paskah adalah kisah para saksi Yang ada padamu hanya satu kenyataan: IA hidup Bagaimana engkau hidup di dalamNya Engkau harus mengukir kesaksianmu sendiri IA hidup Yang sampai padamu hanya kisah Yang mengetuk dinding diammu hanya untai kata Bagaimana IA mesti tersenyum di hatimu? Engkau harus memelukNya sendiri Jangan tanyakan bagaimana caranya Engkau sudah tahu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 1 Mei 2019

Yoh 3:16-21 Terang tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."  (Yoh 3:21) Datang dan berdiamlah di dalam Terang Bukankah segalanya akan lebih mudah terlihat Harap, kasih, jalan, dan hati? IA hidup, dan menjadi Terang Hanya di dalam DIA, engkau dapat melihat segalanya, lalu menjadi bahagia Bahagia manusia adalah harapan Harapan tak pernah lekang, bila engkau mampu melihat jalanmu Jalanmu hanya akan jadi jelas bila IA menerangimu IA telah menyalakan kasihNya bagimu Berdiamlah di dalam Terang TUHAN Hanya di dalam TUHAN Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 30 April 2019

Yoh 3:7-15 Anak Manusia Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  (Yoh 3:13) Tanyakanlah Mengapa engkau mesti bangkit? Apa yang tersedia bagimu di ujung jalan barumu? Bukankah hati perlu jaminan? IA tahu Engkau tak pernah bisa berjalan sendiri Itulah sebabnya, IA mendahuluimu Hanya supaya engkau tahu bahwa IA menunggu Dan tak ada yang sia-sia dari perjuangan menyalakan hati Bangkit IA tak pernah pergi Apa lagi yang engkau ragukan? Kadang-kadang, manusia percaya untuk mencoba Bila tak sesuai impian, ia mudah ingkar Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Minggu, 28 April 2019

Minggu Paskah II Yoh 20:19-31 Thomas Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."  (Yoh 20:27) Barangkali engkau juga tak cukup mudah melihatNya Bila cerita tak sanggup menembus hatimu Atau bila engkau selalu tak ada saat IA datang Setiap orang memang perlu bukti untuk percaya Apalagi bila engkau tak ada Lalu bagaimana? Sejatinya Bangkit memberi damai sejahtera pada setiap hati Damai dari kemenangan, bukan dari pelarian Damai dari pergulatan, bukan dari kenyamanan Amat mengherankan, bahwa hidupmu yang menderita dan penuh pergulatan, masih perlu menuntut bukti bahwa IA hidup untukmu Bangkit Di dalam kasih, engkau hanya perlu percaya Bukankah IA Maharahim? Tapi jika engkau masih merasa Bahwa damai berarti menghapus segala tantangan Engkau akan terus mencari bukti Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebuti...

Renungan Sabtu, 27 April 2019

Mrk 16:9-15 Wartakanlah Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  (Mrk 16:15) Bangkit Mulailah bercerita tentang kasihNya yang menghidupkanmu Terang itu akan bersinar saat engkau mulai berbagi cerita Apalah gunanya engkau menerima, bila engkau tak mampu berbagi Hidup menjadi lengkap justru karena cerita Dan bahagia hidup adalah cerita tentang IA yang menghidupkan hatimu Saat IA bangkit, engkau harus berbagi ceritaNya Ceritamu bersamaNya CeritaNya padamu CeritaNya di hatimu Maka bila engkau telah hidup Bagikan kisahmu kepada sesama Bila engkau bingung tentang kisahmu "IA hidup" Lanjutkanlah dari jiwamu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Jumat, 26 April 2019

Yoh 21:1-14 Itu TUHAN Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.  (Yoh 21:7) Bila dengan kasih engkau gapai bangkitNya Engkau membuka pintu bagi jalan bahagia yang baru Karena itu bila api kasih di hatimu mulai redup, IA tak akan segan mengganggumu Agar api hatimu kembali terang Bangkit bukan berarti segala deritamu usai Bangkit berarti IA akan selalu ada di pantai samudra hidupmu IA, yang melihat IA yang memberimu cara IA yang membuka jalan pada kelimpahan kasih IA yang selalu punya pantai agar engkau berbagi kisah kasih IA yang hidup Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Kamis, 25 April 2019

Luk 24:35-48 IA datang Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"  (Luk 24:36) Nikmatnya cerita tentang bangkit Cerita-cerita itu tidak pernah berjalan sendiri IA ada, lalu menyelesaikan setiap cerita dengan sempurna Kehidupan adalah kisah Dirajut dalam salib Lalu lelah bersama ingatan Bercahaya bersama pelajaran Dan sempurna bersama DIA Jangan pernah takut untuk bercerita tentang hidup IA datang, untuk menyelesaikan kisahmu dalam kasih Sebab di dalam hidup, iman bukanlah mimpi Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 24 April 2019

Luk 24:13-35 Emaus Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"  (Luk 24:32) Emaus IA yang tak mau engkau kembali ke dirimu yang lama Tak ada putus asa, sebab IA akan menghadangmu di jalan menuju malam yang telah kau tinggalkan di kaki salib Di dalam penderitaan Melihat DIA yang hidup memang selalu sulit Apalagi jika deritamu tak lagi punya jalan untuk berharap Lalu engkau kembali untuk memeluk Emaus Lihatlah IA yang bangkit Menemani Mendengar Menjawab Lalu memberimu hidup baru IA memberimu bukti Bahwa harapan tak pernah boleh berakhir Dan IA berjalan di sudut pasrahmu Jangan berlama-lama di Emaus pasrahmu Kembalilah, engkau telah melihatNya IA menjaga malammu agar tak gelap Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 23 April 2019

Yoh 20:11-18 Kabut Hati Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepadaNya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.  (Yoh 20:16) TUHAN pasti menang di kegelapan hatimu Hanya saja, selimut kabut hati, saat ketakutan, kebingungan, dan penyesalan masih berbekas Membuatmu salah melihat IA yang hidup Tahukah engkau? IA yang hidup, memanggil engkau dengan namamu IA yang menang, menembus seluruh selubung kegelisahanmu, bersua namamu yang berbaring damai di hatiNya yang hangat Bila engkau masih ragu untuk bangkit hari ini Ingatlah, IA memanggilmu dengan namamu IA tahu siapa engkau IA mengasihimu IA hidup di depan gelisahmu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Sabtu, 20 April 2019

Sabtu Suci Mat 28:1-10 Bangkit Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-muridNya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."  (Mat 28:7) Seperti api Kegelapan sekelam apapun bukanlah halangan bagiNya IA hidup, dan itu cukup bagimu IA menang melawan dukamu, IA berkuasa melawan dosamu, IA kuat menempuh deritamu Sukacita iman adalah kebangkitan IA, yang memelukmu sepanjang darah dosa, Telah menghangatkan kasihNya pada dinding-dinding hatimu Kubur kekelamanmu telah IA bongkar Lalu apa yang mesti kau lakukan pada cahaya hatimu? Hidup tak selesai di pintu tobat IA menunggumu di Galileamu, di senyummu, di hatimu Kegembiraan terbesar dari tebusan adalah harapan tak pernah usai Dan hidup selalu berarti kesempatan Lalu di akhir cahaya, tanyakalah Paskah, pas kah? Hatimu menjawab untukmu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Vale...

Renungan Jumat, 19 April 2019

Jumat Agung Yoh 18:1-19:42 Tebusan Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakanNya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepadaKu, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa."  (Yoh 18:8-9) Hari ini IA berdiri dengan tubuh darahNya Di depanmu Tidakkah engkau tahu Seharusnya engkau yang berpalang pada hukuman? IA memilih menggantikanmu Hanya supaya senyuman pada sudut bibirmu kembali merekah Engkau memilihNya sebagai hidupmu, IA memilih menggantikanmu di palang salib Bahagia apa yang lebih besar dari kesempatan? Sukacita apa yang lebih besar dari tebusan? IA yang memilih salib, ingin melihat itu dari hatimu Maka biarlah matamu memandang Tubuh Berdarah di depanmu itu Seharusnya engkau di situ IA mengasihimu Dan menyuruhmu berganti jalan TUHAN IA yang selalu berdiri di depanmu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman...

Renungan Kamis, 18 April 2019

Kamis Putih Yoh 13:1-15 Kasih Putih Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;  (Yoh 13:14) Putih Dan ENGKAU yang membasuh jiwaku Memelukku dengan putih kasih sebelum berdarah Putih Dan ENGKAU yang membasuh benciku Berganti sentuhan lembut pada sudut kakiku yang kukira tegar, tak perlu siapapun Putih Dan ENGKAU yang memeluk jiwaku yang rapuh Bangun, lalu mulai berbagi putih kasih ENGKAU yang tega membasuh kakiku Takkan kubiarkan sampai ujung bumi sekalipun Meski aku, selalu merasa bisa, bahkan belum membasuh kaki siapapun Lalu memilih menginjak, bahkan ENGKAU juga Peluk aku sampai putih Lalu biarkan aku memeluk jiwaku sampai putih Memeluk sesamaku sampai putih Dan dunia pun putih Seperti hatiMu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 17 April 2019

Mat 21:14-25 Menjual Nurani Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  (Mat 26:15) Di hadapan ketidakmampuan memaniskan hidup Keputusanmu adalah menjual nurani Lalu merasa menang di atas kekalahan hati Dunia ini adalah dunia penuh topeng Tetapi haruskah engkau menjual nuranimu? Apakah dosa tak cukup, dan engkau perlu membenarkannya dengan menjual isyarat kasih? Dasar terdalam neraka bukanlah dosa Tetapi nurani yang dijual Sebab saat itu, engkau kehilangan perasaan berdosa Ikat nuranimu baik-baik Ia tak pernah dinilai Apalagi ditukar Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 16 April 2019

Yoh 13:21-32, 36-38 Iskariot Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  (Yoh 13:21) Kasih, bila tak kunjung menyentuh kalbu, adalah duri bagi persaudaraan Bila engkau tak memahami, bagaimana IA mengasihimu, engkau juga sama Sebab pada dasarnya, manusia mencari bahagia Untuk itu, ia rela menyerahkan apapun, bahkan TUHAN Ingatlah Bila pencarian kasihmu tak berhenti di perhentian salib Mungkin engkau akan berjalan lagi, menjual salib bagi bahagia lain Jangan lupa, berkhianat tidak selalu karena mau jadi jahat Kadang-kadang, orang hanya belum paham bagaimana ia dikasihi Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Senin, 15 April 2019

Yoh 12:1-11 Narwastu di Betania Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."  (Yoh 12:7-8) Setiap orang dapat berdalih agar terhindar dari kewajiban kasih Seperti engkau, Dapat berdalih menunda jalan kembali, hanya agar terhindar dari kesempatan berbuat kasih Bukankah kasih sejatinya adalah narwastu murni Wewangian terbaik untuk berkat perjumpaanmu dengan DIA, yang langka dan berharga itu? Saat ini, mestinya engkau sudah harum di hadapanNya Memeluk dan meminyaki kakiNya dengan kasih, seperti kasihmu dalam jalan tobat Kasih itu bukan kejutan Sebab setiap narwastu hati harus diasah dengan tekun dan setia, bukan sekali jadi Itulah sebabnya, hati yang mengasihi selalu mahal Bila engkau baru datang hari ini, engkau tahu wangi apa yang kau persembahkan Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Sabtu, 13 April 2019

Yoh 11:45-56 Kesepakatan Membunuh Nurani Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"  (Yoh 11:56) Saat hati mulai sepakat Akan ada dua sorakan di pintu hati Mereka yang bahagia, dan mereka yang bersiasat Keduanya punya satu pertanyaan "Akan datang jugakah IA ke pesta?” Dalamnya hati, siapa yang tahu? Berwaspadalah pada kegembiraan semu Jangan sampai bibirmu bermadah untuk bersiasat menyimpan gelap, lalu ikut bersorak Jangan sampai gembiramu meluap menyiasati gagalnya engkau membersihkan hati, lalu ikut menari Hanya supaya dilihat Dan engkau telah bersepakat membunuh hatimu, dan IA di dalamnya Masih ada waktu, kembalilah Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Jumat, 12 April 2019

Yoh 10:30-42 Melempari TUHAN Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari BapaKu yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"  (Yoh 10:32) Jalan kasih biasanya bahagia bila bertemu hati Tetapi untuk manusia, sebaik apapun jalan kasih, selalu repot bila bertemu perasaan Itulah sebabnya, bila IA datang memelukmu Engkau mudah enggan bila perasaanmu terusik Entah engkau tahu atau tidak, sisi terdalam dari perasaan adalah curiga yang tak selesai dihapus bahagia Apa yang tak terungkap dalam perasaan adalah kuasa, gengsi, marah dan takut Tobat adalah jalan membuka hati bagi jalan kasihNya Jalan itu terjal, sebab engkau mesti rela kalah dengan perasaanmu Hanya dengan demikian, Paskahmu membahagiakan Hari ini batu, minggu depan salib Setelah itu, IA akan terus memandangMu Bila IA menang dengan salibNya di hatimu, engkau bahagia Bila IA kalah, engkau mungkin akan terus terusik Damai di bumi, ...

Renungan Kamis, 11 April 2019

Yoh 8 :51-59 Degil Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hariKu dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."  (Yoh 8:56) Akan sangat sulit menjelaskan tentang kasih kepada orang yang menutup dirinya Bila engkau kehilangan kasih Yang ada padamu hanya iri hati, bingung, dan degil Engkau lalu mulai mempersalahkan, berdebat tak berujung, lalu menolak IA datang dengan kasih Memeluk masa lalumu, membuka masa kinimu, dan memberkati hari esok Lalu menjadikanmu bersukacita Apakah engkau belum juga mengerti? Haruskah salib kembali membuatmu mengerti? Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu 10 April 2019

Yoh 8:31-42 Anak Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.  (Yoh 8:42) Berhati-hatilah terhadap segala kebanggaan Bangga pada usaha Bangga pada diri Bangga pada doa Di dalam TUHAN, semakin dekat, seharusnya semakin rendah engkau merendahkan hatimu Bukan semakin kuat menepuk dadamu Engkau selalu bangga disebut anak Bapa Tetapi engkau hanya mau mendengar apa yang ingin kau dengar Dan menolak apa yang menyerang aibmu Dalam tobat IA datang mengganggu hatimu Engkau dapat terus berbangga Tetapi IA tidak mendapat tempat di hatimu Tobat Mulailah mendengar apa yang mengganggu hati Bila hati dan perasaanmu terusik, jalan tobatmu sedang terbuka Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 9 April 2019

Yoh 8:21-30 Lihatlah DIA Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu.  (Yoh 8:28) Mungkin segalanya takkan mudah kau mengerti Tentang kembali Tentang hati Tentang kasih Tentang kurban Mungkin juga engkau jengkel Mengapa ada yang sibuk mengusik urusanmu? IA ditinggikan dalam darah dan kurban Hanya agar engkau mengerti, betapa berhargaNya engkau di hatiNya, dan betapa bahagianya IA saat mengasihimu Meski harus dibayar darah dan kurban Simpanlah kebingunganmu di kaki palang darah itu IA yang tergantung, menjawab semuanya untukmu Seluruh kebenaran dari seulas senyuman dari bibirNya yang berdarah dan lidahNya yang telah kelu Kalah melawan bingungmu yang tak usai Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Senin, 8 April 2019

Yoh 8:1-11 DIA mengerti .... Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."  (Yoh 8:9b-11) Bila engkau bersalah Mula-mula sesamamu menghakimimu Bila mereka selesai Mulailah deritamu, saat engkau ditinggalkan sendirian Tapi lihatlah, bagaimana IA bertemu kotornya jiwamu di debu dosa dan panas pedas hakim sesamamu IA, yang terakhir bersamamu, memilih untuk tidak ikut pergi IA, yang memeluk sesalmu sekuat kasihNya, tak ikut bermulut pedas IA tahu, remuk redam kisahmu sudah cukup menyakitkan IA menyuruhmu pergi Bila suatu saat engkau kembali ke debu itu, IA masih di sana Menjagamu DIA tahu siapa engkau DIA mengerti DIA melindungi DIA menguba...

Renungan Minggu, 7 April 2019

Minggu Prapaskah V Zinah Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepadaNya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."  (Yoh 8:7) Ada dua jalan menutup dosa Diam Atau berteriak sekeras-kerasnya tentang kesalahan orang lain Dan engkau tidak pernah jadi lebih baik dengan melakukan yang pertama Juga malah menambah beban dosa dengan melakukan yang kedua Hidup itu ibarat jari Jika satu menunjuk, tiga kembali ke hati, dan dan satu mengikat yang kembali Bila ingin bertobat Genggam hati sesamamu di jalan tobat yang sama, lalu berbahagialah di dalam DIA yang menerima semua hati Manusia memang aneh Jauh lebih takut diketahui sesama Aman selama TUHAN disangka diam Lalu beramai-ramailah teriak menunjuk dosa Agar tidak ditunjuk, tunjuklah lebih dahulu, katanya Maka perempuan berzinah, dan laki-laki merajam, untuk apa yang dilakukan berdua Bertobatlah Dama...

Renungan Sabtu, 6 April 2019

Yoh 7:40-53 Orang Galilea Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."  (Yoh 7:41-42) Galilea IA datang seperti yang biasa engkau kenal Tak lebih, tak kurang Tobat adalah jalan Galilea Jalan engkau menemukan kesederhanaan kasih Jalan engkau menemukan DIA di hari-harimu yang biasa berlalu Bila engkau tetap tak percaya IA dari Galilea Bila engkau tak percaya IA dari kesahajaan kasih Hanya ada dua kemungkinan Engkau tak mau IA ada di Galileamu Atau engkau terlalu tinggi menaruh kerinduanmu Jangan pernah meremehkan hal-hal sederhana bila ingin bertobat IA selalu punya tempat dalam kesederhanaan Tepat saat imanmu kini bersulam emas permata tinggi hati Maukah engkau turun ke Galilea? Harus, jika engkau ingin memelukNya lagi Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada s...

Renungan Kamis, 4 April 2019

Yoh 5:31-47 Musa Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepadaKu, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?" (Yoh 5:46-47) Setiap hati didakwa oleh telinga dan mata Setiap jiwa didakwa oleh hati Engkau kadang-kadang aneh Memiliki segalanya untuk berubah, lalu melakukannya Tapi enggan percaya pada apa yang engkau lakukan Engkau tahu banyak tentang DIA, tapi enggan percaya Karena itulah, telinga dan matamu mendakwamu Bahagia hati selalu ada Bila engkau bersedia menanggalkan keenggananmu untuk kembali Sayang jika engkau suka bercerita tentang DIA, sambil menutup mata dan telingamu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 3 April 2019

Yoh 5:17-30 Menimba bahagia hidup Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  (Yoh 5:25) IA yang memintamu kembali, adalah jaminan bahagia hidup yang tak tergantikan IA memastikan engkau bangkit, hidup dan berbahagia dalam kelimpahan kasih Saat ini, bagaimana sikapmu saat IA sudah di pintu hati? Akankah engkau bangkit, memelukNya, dan mendengarNya? Ataukah engkau masih memilih ragu Sebab ada yang masih tak ingin kau lepas Sebab ada yang memalukan, yang tak ingin kau ungkapkan? Bila ada jalan menuju bahagia hidup Mengapa engkau masih setia memeluk kegelapan? IA sudah di pintu hatiMu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 2 April 2019

Yoh 5:1-16 Bethesda Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."  (Yoh 5:8) Menemukan bahagia, seampuh apapun caranya, tetap mustahil bila IA tak hadir di hatimu Engkau dapat mendengar semua jalan Melihat semua tapak Lalu mulai belajar menemukan bahagiamu Bila IA tak sampai ke hati Tilammu mungkin takkan sanggup engkau angkat Lalu engkau mudah menjadi kecewa, marah dan berhenti berharap lagi Setiap hati berhak untuk bahagia Tetapi setiap bahagia mendapat kesempurnaannya di dalam DIA Tetapi ingatlah Jangan ikat hatimu pada Bethesda dan Sabat Bethesda, dan engkau hanya menunggu dan diam Sabat, dan engkau yang suka memilih-milih berkat Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Senin, 1 April 2019

Yoh 4:43-54 TUHAN, dan hal-hal yang tak dapat kaulakukan sendiri Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepadaNya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.  (Yoh 4:47) IA datang Bergema di seluruh semesta Berbisik di hatimu setiap waktu Sayang, jika engkau setia memilih menderita sendiri Tidak semua hal dapat berjalan sesuai rencanamu, bahkan bila engkau yakin sekalipun Lalu apakah kecewa dan putus asa harus ada? Apakah engkau perlu berhenti berharap? IA kembali Ke sudut jiwamu, ke hatimu Sudah saatnya menemuiNya, lalu bercerita mengurai kesahmu IA memang tak membuatmu pergi dan lari dari derita Tapi IA selalu punya jalan, agar bahagiamu tak terganggu, engkau semakin matang dalam langkah hidup Dan agar IA tak perlu pergi dari hatimu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Minggu, 31 Maret 2019

Minggu Prapaskah IV Luk 15:1-3, 11-32 Penantian Sang Bapa Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.  (Luk 15:20) Seburuk apapun, engkau tetap anakNya, anakNya yang sangat IA kasihi Sejauh apapun engkau pergi IA tak pernah melewatkan hari, melihat jalan pulang, dan menunggumu kembali Bahkan bila engkau menolakpun, pergi dan hidup seolah-olah tak berBapa lagi Lalu bila dunia tak lagi dapat kau beli, kau rendahkan darahmu serendah binatang, itupun tak diizinkan IA tetap melihat jalan pulang, menunggumu kembali IA tak ingin melewatkan bahagiaNya tanpamu Maka bila engkau kembali BahagiaNya kini lengkap, dan IA akan berlari merangkul dan menciummu, anakNya Di dalam hangat rangkulanNya, ketahuilah Bahkan segala alasanmu tak lagi IA tanyakan Bahkan segala berkatNya yang kau habiskan tak lagi IA tagih Itu BAPAmu, ...

Renungan Jumat 29 Maret 2019

Mrk 12:28b-34 Hukum Kasih Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."  (Mrk 12:29-31) Tobat tanpa kasih itu mustahil Ia hanya menjadi usaha menipu diri, sesama, dan TUHAN Bila kasih jadi selimut hati Bukankah jalan kembali jauh lebih lapang? Kasih adalah satu-satunya jalan, tempat engkau tak lagi perlu paksaan, ancaman, dan ketakutan untuk kembali ke jalan hidup Dalam hidup Kata-kata dapat menipu Rindu dapat bertepuk sebelah tangan Tetapi kasih tak pernah salah memilih hati Karena itu, bila ingin bahagia di jalan hidup Milikilah kasih Bila ingin bahagia di jalan tobat Kasihi TUHAN dan sesamamu Sebelum lupa Tak ada gunanya, bi...

Renungan Kamis, 27 Maret 2019

Luk 11:14-23 Beelzebul Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai beraikan."  (Luk 11:23) Mungkin akan ada waktunya setan kehilangan tugas Saat setiap hati berusaha menjadikan kebaikan sesama sebagai setan bagi ego dan kesombongannya Bagaimana engkau berbalik bila engkau berselimut curiga? Di dalam kasih Curiga selalu berbalut takut dan terancam Tapi sesungguhnya, kebaikan kasih selalu kandas, saat hatimu curiga dan bertanya "mengapa bukan aku?" Bila tobatmu terhenti Mungkin engkau bukan tak mau Rindumu kandas pada dua duri di hatimu "Mengapa harus dia?" "Mengapa bukan aku?" Ingatlah, bila engkau menantikanNya dalam mimpi sejuta cahaya, IA memelukmu dalam darah salib Tobat selalu ada pada jalan yang tak kau suka Saat itu, janganlah tergoda menyebut Beelzebul (lagi) Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 27 Maret 2019

Mat 5:17-19 Taurat Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  (Mat 5:18) Jika engkau menunggu tobatmu pada jalan baru Yang terbentang di mata hatimu hanya jalan lama dan tua, seperti dahulu, kemarin, esok Tak ada yang berubah Bukankah kasih sudah setua semesta? Bukankah bahagia sudah setua bumi? Yang baru, dalam penantianNya, adalah hatimu IA tetap setia, seperti dahulu, sekarang, dan selamanya Engkau yang selalu lupa Tobat takkan selesai, bila engkau masih rajin mempersalahkan keadaan Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Selasa, 26 Maret 2019

Mat 18:21-36 Pengampunan Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.  (Mat 18:22) Bila engkau ingin kembali, setidaknya kembalikan sesamamu pada jalinan kasih di hatimu Sebab bagaimana engkau bertobat dalam kebencianmu? Berlakulah seperti IA yang mengampuni Lalu jangan takut menjadi lemah karena mengampuni Pengampunan berarti engkau tak sama buruknya dengan kesalahan yang mendera maafmu Dan takkan ada jalan menuju kebaikan dalam dendam Inilah kemenangan kasih Sukacita dan bahagia dalam pengampunan Jalan kembali bagimu akan dibuka, jika engkau juga membuka jalan kembali bagi sesamamu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Senin, 25 Maret 2019

Hari Raya Kabar Sukacita Luk 1:26-38 Sukacita sebuah pilihan Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.  (Luk 1:38) Dapatkah engkau bayangkan Sukacita keselamatanmu hadir dari pilihan berani seorang perawan Nazareth? Bahagia abadimu berlabuh pada tegarnya perempuan muda, yang kelak menerima dera penderitaan terberat untuk keibuannya yang setia? Lihatlah, sukacita itu lahir dari pilihan Keselamatan adalah milik orang-orang yang berani memilih hidup, lalu setia untuk tetap berbahagia dalam pilihan itu Bila IA memilihmu untuk sesuatu yang kau peluk seumur hidupmu IA tak pernah menunggu engkau kuat IA tahu, semakin perkasa, engkau hanya kuat memberi alasan IA datang kepada hati yang mampu memilih bahagia, lalu setia memeluknya Seperti Perempuan Nazaret yang setia itu Kabar itu sudah sampai di hatimu Sudahkah engkau memilih bahagia kasih itu? Berjaga-jagalah terhadap banyaknya p...

Renungan Minggu, 24 Maret 2019

Minggu Prapaskah III Luk 13:1-9 Kesempatan Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  (Luk 13:8) Bahagia hidup sejatinya adalah kisah kesempatan Saat engkau selalu sempat ada dan berarti dalam setiap rahmat Lihatlah kesedihan Bukankah sedih berarti engkau pernah melewatkan kesempatan, dan saat rahmat itu tak datang lagi? Jangan pernah melewatkan setiap kesempatan, meski kecil sekalipun Mungkin engkau takkan mendapatkannya lagi Bertobat adalah kesempatan Kesempatan mengajarimu, bahwa seharusnya engkau tak pernah perlu menyesal, bahwa kasih itu nyata, dan bahwa engkau yang mesti memilih, pulang atau tetap pergi Lalu sampai kapan engkau mesti menunggu? IA sudah memanggil hatimu yang pergi Sampai kapan segala urusan membelenggu tobatmu? IA menunggumu Kasih itu memang abadi Tapi hidupilah seperti engkau takkan mendapatkannya lagi Agar engkau tahu, betapa berartinya kesempatan Janga...

Renungan Sabtu, 23 Maret 2019

Luk 15:1-3, 11-32 Hilang Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."  (Luk 15:1-2) Engkau dapat hilang dalam dua cara Hatimu pergi dan rindumu tinggal tersembunyi Atau hatimu tinggal tapi rindumu pergi Bila hatimu pergi, engkau menemukan bahagia semu Lalu mulai bersua derita Engkau lalu lupa bahwa engkau masih punya hati dariNya, lalu mulai berlaku serendah-rendahnya Bila demikian, rindumu memanggilmu pulang padaNya Akankah engkau pulang? Tapi bila rindumu yang pergi, kasih pun pamit Dengan apa lagi engkau akan berdoa? Bagaimana engkau mengikat hatimu? Engkau lalu mulai memanjangkan doa, menoleh dan mencibir, bahkan menuntut Akhirnya menjadi tuhan kecil Segalanya benar, karena hati tak pergi Jauh lebih mudah, bila hanya hati yang pergi Engkau hanya perlu merindu...

Renungan Jumat 22 Maret 2019

Mat 21:33-43, 45-46 Penggarap Kebun Anggur Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.  (Mat 21:38) Tidakkah engkau tahu, bahwa segala yang ada padamu adalah pemberian? Berapa kali engkau merayakan kegagalanmu memanen rahmat kasih? Kau tutup nuranimu Kau bunuh suara hatimu Lalu bergembira ria merayakan kekalahan hati Manusia pada dasarnya tidak suka diganggu IA tak sampai ke hati, karena engkau tak rela dipanggil pulang, apalagi oleh sesamamu Manusia hanyalah penggarap Tanah, bahkan anggur juga milikNya Berlakulah seperti engkau tak pernah memiliki Terima dengan syukur Kerjakan dengan baik, sambil berdoa, sebab IA yang memiliki lebih tahu Lalu terimalah sesamamu dengan kasih Ia juga penggarap, bekerja untuk dirinya, tak pernah merebut bagianmu Lagipula, bukankah rahmat jauh lebih banyak jika tak sendiri? Jika engkau masih mentuha...

Renungan Kamis, 21 Maret 2019

Luk 16:19-31 Lazarus Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." (Luk 16:31) Segeralah berbuat selagi ada kesempatan berbagi kasih Sebab bagaimana engkau akan bernilai jika engkau enggan berbagi? Jalan tobat adalah jalan kepekaan Setiap hati dapat menjadi Lazarus bagimu Menunggu engkau berbuat Mengubah dan membahagiakan Sayang Engkau lebih suka merasa terganggu Mempersalahkan kemalasan, kedegilan, kesalahan Lazarus Lalu pergi Bagaimana jika mereka tak lagi berdaya, dan engkau malah pergi? Jangan pernah melewatkan kesempatan mengasihi Bila saatnya tiba IA datang dengan wajah Lazarus Dan engkau tak lagi bisa menggerutu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Rabu, 20 Maret 2019

Mat 20:17-28 Mahkota Penderitaan Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam KerajaanMu, yang seorang di sebelah kananMu dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu."  (Mat 20:21) Waspadalah terhadap hilangnya rasa kasih Jangan mengira, bila kasih tak ada, engkau pergi Kasih akan berganti kuasa Cinta akan berganti serakah Engkau mulai cinta diri Lalu memperhamba sesamamu dan TUHANmu demi dirimu sendiri Jalan kasih adalah jalan bermahkota derita Jalan salib, bersama jiwamu yang terus diasah Jalan kekalahan, bersama kakimu yang lelah memeluk kelemahan Setiap hati mengasah kasihnya dalam derita Seperti DIA yang mengasah kasihNya di salib IA menjadi segalanya bagimu dalam kasih Engkau juga menjadi berarti dalam kasih Berjalanlah di jalan salib Setiap orang berhak berbahagia Tapi bagaimana engkau menemukannya tanpa kasih? Setiap orang harus mengasihi Tapi bagaimana engkau belajar kas...

Renungan Selasa, 19 Maret 2019

Hari Raya St. Yosef, Suami Sta. Maria Mat 1:16,18-21,24a Yusuf, Suami Maria Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya (Mat 1:24a) Dapatkah engkau menemukan cinta yang lebih tulus dari diam? Bukankah engkau menemukan kekasihmu dari diamnya, mendengarmu dan mendengar DIA Cinta adalah memilih menjadi berarti Itu jauh lebih baik daripada menyebutnya takdir Dalam takdir, engkau pasrah Dalam pilihan, engkau bahagia Sebab bagaimana engkau mesti bertemu kelemahan? Bagaimana engkau mesti memeluk kecewa? Bagaimana engkau mesti menerima luka? Cinta selalu memilih Memilih selalu mendengar Mendengar selalu diam Seperti Yusuf Belajarlah dari cinta diam sang tukang kayu Cinta selalu bahagia bila engkau bersedia mendengarkan Lalu mulai menyusun bahagia Dalam bahagia dari cinta yang engkau pilih, IA tak pernah pergi Damai di bumi, cinta di hati, kasih dalam sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas Kalau terlalu panjang, mohon...

Renungan Senin 18 Maret 2019

Luk 6:36-38 Cermin Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."  (Luk 6:38) Perlakukan hidupmu selayaknya bercermin Engkau pasti tahu, apa yang membuatmu memiliki pesona Engkau pasti tahu, bagaimana agar terlihat cantik atau tampan Logika cermin itu sederhana Bahagia bila engkau bahagia Tersenyum bila engkau tersenyum Mengulur tangan jika engkau mengulur tangan Cermin mengajarimu dua hal Bahagia itu memberi, dan bahagia itu dimulai dari diri Sesamamu adalah cermin dirimu Bila engkau baik, apa yang kau lihat juga baik Hanya saja Engkau lebih suka tahu lebih dahulu Atau lebih suka menunggu Tobat berarti belajar memulai kebaikan Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Minggu, 17 Maret 2019

Minggu Prapaskah II Luk 9:28b-36 Mengubahmu Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajahNya berubah dan pakaianNya menjadi putih berkilau-kilauan.  (Luk 9:29) Jalan tobatmu biasanya ada dua Engkau dapat cepat lelah dan tak berdaya untuk pulang Engkau juga dapat terlalu sibuk, enggan kembali Perhatikan, bagaimana IA mengubah diriNya demi memenangkan hatimu Bila engkau terlampau lemah dan tak berdaya untuk kembali IA berubah, kuat mengatasi kelemahanmu Bila engkau terlampau sok kuat dan tegar Tak lagi mau kembali IA kembali berubah, berpalang darah, dan bermahkota duri untuk menyapa hatimu IA menguatkanmu Bila engkau terlampau putus asa untuk kembali Bila engkau terlalu sibuk, lupa, lalu tak mau kembali Hanya satu yang IA impikan Engkau tetap merindukanNya di hatimu Setiap saat, setiap kesempatan, setiap hembusan nafasmu Sudahkah kemah di hatimu berdiri? Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Sabtu 16 Maret 2019

Mat 5:43-48 Kesempurnaan Kasih Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  (Mat 5:46) Setidaknya, jadilah berbeda di dalam kasih Utamakan untuk lebih dahulu mengasihi Bukan hanya membalas Lagipula, bukanlah mendendam berarti engkau tak lebih baik dari kesalahan yang kau simpan di bara hatimu? Apa yang membahagiakan dari hidup yang hanya membayar kasih? Bila engkau menerima, lalu mengembalikannya, apa lagi yang tersisa, yang menjadi milik hatimu? Lakukan tobatmu dengan kasih Mulailah berbuah kebaikan, sebaiknya dari hati yang tak ingin kau sentuh Titik kesempurnaan kasih adalah bila engkau mampu mendoakan hati yang melawanmu Doa sebagai kata hati tak pernah salah Dan IA tahu, engkau menang melawan dosamu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Jumat 15 Maret 2019

Mat 5:20-26 Damai tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.  (Mat 5:24) Bagaimana engkau dapat berdoa dengan hati bergelimang benci? Bagaimana kata hati yang penuh kasih lahir dari jiwa kedengkian?  Bukankah segala yang keluar hanya kau ukir di pintu bibirmu? Lalu doamu tak lebih dari menipu diri? Tobat adalah jalan mendamaikan jiwa Temukan ketenangan dan kebahagiaan jiwamu Sapa kembali hati yang telah kau lukai Bukalah pintu bagi hati kembali menyapa hatimu Camkanlah Kedengkian, meski kecil sekalipun, adalah neraka Di dalamnya, engkau takkan pernah dapat berdoa Suara hatimu takkan pernah sampai Pada setiap hati, padaNya Tak ada kengerian yang lebih buruk dari itu Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas

Renungan Kamis 14 Maret 2019

Mat 7:7-12 Meminta Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamuq yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yangq meminta kepadaNya."  (Mat 7:11) IA, yang tak pernah sejengkal pun pergi dari sisimu Adalah pemberi segala karunia Tak ada salahnya, jika salibmu kau bawa bersama untai doamu Dalam salib, setiap doa adalah air mata, keluh yang tak lagi mampu dipikul hati Doa dalam derita tak pernah salah Bila tak meminta, apa isi doamu? Bagaimana engkau akan bersyukur? IA pasti memberi, bahkan yang tak kau minta Bila belum, mungkin engkau belum mengambilnya Atau membuka pintu lain Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman Fr. Valerian Karitas