Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

SUDAH (BARU) 5 TAHUN

Gambar
    Betapa aku bermimpi, aku bisa merindukan-Mu Menikmati sepenuhnya saat-saat bersama-Mu Mencintai-Mu…   Mengapa Daud gembira sekali, sampai menari-nari? Mengapa Elia begitu tenang dan teguh percaya pada-Mu? Mengapa Maria sampai menjawab ‘terjadilah padaku menurut perkataan-Mu’? Mengapa Elizabeth dan Yohanes kecil begitu bahagia? Mengapa Simeon dan Hana begitu bersemangat? Mengapa Zakheus sampai memanjat pohon? Mengapa perempuan yang sakit pendarahan itu bisa memegang jubah-Mu? Mengapa Maria dan Marta bisa menunggu-Mu dengan setia, bahkan dalam kesedihan yang mustahil dihibur sekali pun? Mengapa perempuan itu bisa meminyaki kaki-Mu dan menyeka kaki-Mu dengan rambutnya? Mengapa Maria Magdalena dan yang lain masih mau juga ke kubur-Mu? Mengapa Petrus, dengan segala kelemahannya, dengan berani mengatakan “Benar, TUHAN, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”?   Mereka bersukacita, TUHAN. Mereka gembira sekali. Mereka bahagia sekali. Me...

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

Gambar
  1.      Kesepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus berpisah jalan ketika sudah sembuh; sembilan pergi terus dan satu pulang dan bersyukur. Untuk menelisik dua sikap yang bertolak belakang ini, ada dua hal yang menarik untuk direnungkan: a.       Kesembuhan mereka berjalan ‘biasa saja’. Tidak ada kata-kata penuh kuasa dari Tuhan Yesus, tidak ada tindakan spektakuler. Hanya ada “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." (Luk 17:14), dan mereka menjadi sembuh di tengah jalan. Menariknya, mereka begitu kompak: meminta pertolongan, pergi kepada imam (mereka pergi dalam kondisi kusta, dan berani karena iman mereka pada kuasa Yesus). Ketika kita menderita dan benar-benar butuh pertolongan, kita biasanya kompak, dan jalan yang diberikan selalu diambil dengan penuh iman. b.      Situasi menjadi berubah ketika mereka sembuh. Tuhan Yesus, yang ‘memprotes karena ‘menghilang’nya kesembilan orang lain, secara l...