Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

BARTIMEUS

Gambar
 (Mark 10:46-52) 1. No one wants to listen to t he blind beggar named Bartimaeus. He was among the least important (even considered rubbish) in society. In the crowded city, as people jostled to see Jesus, Bartimaeus sat on the side of the road (v. 46). sometimes in society, when you welcome an ‘important person’, obviously anyone who is not important must be considered a nuisance. In this case, Bartimaeus shouted, directly addressed the ‘Important Person’ by name, and demanded His attention. Bartimaeus' behaviour was clearly disruptive (unless it was during an election campaign, in which case, this story would have been an easy moment to show his “populist” character). Just being there was disturbing, let alone acting up. Of course, no one would listen to him, the ‘Important People’ were too busy for rubbish like Bartimaeus, so they reprimanded him and told him to shut up. 2. For Bartimaeus, the unheard blind beggar, his ‘ticket’ was that he knew about Jesus. He must have heard...

BARTIMEUS

Gambar
(Mrk 10:46-52)   1.        Pengemis buta bernama Bartimeus itu tidak didengarkan. Ia ada pada golongan paling tidak penting (malah dianggap sampah) dalam masyarakat. Dalam keramaian kota, ketika orang-orang berdesak-desakan melihat Yesus, Bartimeus duduk di pinggir jalan (ay. 46). Ketika engkau menyambut ‘orang penting’, jelas siapapun yang tidak penting pasti dianggap mengganggu. Dalam kasus ini, Bartimeus berteriak, langsung menyebut nama ‘Orang Penting’ itu, dan meminta perhatianNya. Tingkah Bartimeus ini jelas-jelas mengganggu (kecuali waktu kampanye menjelang pemilihan umum, biasanya, pasti kisah seperti ini jadi momen empuk untuk menunjukkan watak ‘kerakyatan’). Dia ada di situ saja sudah mengganggu, apalagi bertingkah. Sudah pasti, tidak akan ada yang mendengarnya. ‘Orang Penting’ itu juga terlampau sibuk untuk sampah seperti Bartimeus, jadi mereka menegurnya dan menyuruhnya diam. 2.      Untuk Bartimeus, pengemis bu...

APA ARTINYA “BERKUASA”?

Gambar
(Mrk. 10:35-45) 1.         Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, meminta “tempat spesial" dalam Kerajaan Yesus. Mereka meminta agar mereka diperkenankan “duduk di sebelah kiri dan kanan” Sang Raja Kristus dalam kekuasaan-Nya kelak (ay. 37). Permintaan bernada “kontrak politik” ini ternyata sudah tua, bukan ada baru-baru ini saja. Orang-orang berjuang agar “mendapatkan posisi atau mempertahankan posisi” dengan berkolusi dengan siapapun yang akan memimpin. 2.        Tuhan Yesus mengajukan syarat meminum cawan yang harus Kuminum dan menerima baptisan yang harus Kuterima” (ay. 38). Yesus mencoba menyadarkan mereka berdua, bahwa yang mereka sangka sebagai “kekuasaan dengan takhta empuk” itu adalah sebuah salib dengan perjalanan yang terjal dan penuh tantangan. 3.        Karena kenekatan mereka, Yesus kemudian menjawab, bahwa “upah Kerajaan Allah” ada dalam kuasa TUHAN untuk diberikan, b...

LUBANG JARUM

Gambar
  (Mrk. 10:17-30) “Lubang Jarum” yang dimaksudkan Yesus adalah pintu kecil berlorong panjang pada gerbang kota kuno, yang berfungsi sebagai pintu keluar-masuk setelah gerbang utama ditutup (biasanya pada sore hari atau malam hari) . Unta dengan beban dapat dengan mudah melewati gerbang utama yang memang lebar dan tinggi, tetapi jika harus melewati “lubang jarum” untuk masuk ke kota, mau tidak mau bebannya harus dilepas dan ditinggalkan. Bagi Yesus, kekayaan orang muda itu membelenggunya. Ia menjadi terikat dan tidak dapat dengan bebas mengikuti DIA. Mengapa pintu iman disebut “lubang jarum” oleh Yesus? Seberapa kuat ikatan terhadap hal-hal duniawi mengikat dan menghambat kita? Bagaimana harta menjadi penghambat? 1.         Orang muda yang datang kepada Yesus “telah menuruti perintah TUHAN sejak masa mudanya” (bdk. ay. 20). Yesus mengajukan syarat yang membuatnya kecewa dan pergi dengan sedih, yakni menjual harta bendanya dan memberi kepad...