Selesailah Sudah
“Selesailah sudah” Ketika ada panggung, manusia adalah sejahat-jahatnya manusia Engkau tak perlu kenal, cukup bermodalkan satu – dua cerita, segera engkau ada di kelompok penuduh. Engkau tak perlu tahu banyak, asal ada kuasa dan senjata di tanganmu, segera engkau ikut menyiksa. Engkau tak perlu tersakiti atau terluka, cukup nyaman dan untung dengan posisi yang ada, segera engkau terganggu dan ribut. Cukup satu panggung, dengan seribu kamera HP android menyemarakkannya, manusia mempertontonkan kejahatannya, sejahat-jahatnya manusia. Lalu lihatlah, betapa diamnya TUHAN, di panggung itu, sampai mati… Kejahatan menjadi begitu gembira, mempertontonkan seluruh keahlian dan berlapis-lapis hasrat terpendamnya. Kengerian manusia, dikorek dan dibongkar, diperlihatkan tanpa malu-malu lagi. Semua jurus dikerahkan, semua senjata terlihat, semuanya dipamerkan sebanyak mungkin, jelas sedetil-detilnya. Kematian harus ditunda selama mungkin, sebab kalau TUHAN cepat mati, tidak banyak...