Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Selesailah Sudah

Gambar
 “Selesailah sudah”   Ketika ada panggung, manusia adalah sejahat-jahatnya manusia Engkau tak perlu kenal, cukup bermodalkan satu – dua cerita, segera engkau ada di kelompok penuduh. Engkau tak perlu tahu banyak, asal ada kuasa dan senjata di tanganmu, segera engkau ikut menyiksa. Engkau tak perlu tersakiti atau terluka, cukup nyaman dan untung dengan posisi yang ada, segera engkau terganggu dan ribut. Cukup satu panggung, dengan seribu kamera HP android menyemarakkannya, manusia mempertontonkan kejahatannya, sejahat-jahatnya manusia.   Lalu lihatlah, betapa diamnya TUHAN, di panggung itu, sampai mati… Kejahatan menjadi begitu gembira, mempertontonkan seluruh keahlian dan berlapis-lapis hasrat terpendamnya. Kengerian manusia, dikorek dan dibongkar, diperlihatkan tanpa malu-malu lagi. Semua jurus dikerahkan, semua senjata terlihat, semuanya dipamerkan sebanyak mungkin, jelas sedetil-detilnya. Kematian harus ditunda selama mungkin, sebab kalau TUHAN cepat mati, tidak banyak...

Curhat Jalan Salib II: Perhentian IV - Yesus Berjumpa dengan IbuNya

Kami menyembah Dikau ya Tuhan, dan bersyukur kepadaMu Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia   Ibu, maaf… Anakmu tercabik pada bilur tubuh, pada darah yang liar mengalir ingin aku berucap banyak, ibu. membuat litani gembira tentang kanakku yang manja dan remajaku yang penuh ceria padamu ingin aku berkisah, ibu, meski sedikit, sekadar menjaga agar pedang di hatimu tak bergerak lagi, dan hatimu tak lagi sakit. Ingin sekali aku mengadu, ibu, curhat sedikit tentang hati mereka yang lari entah ke mana, berbalik, dan tak lagi dekat padaku   Ibu, maaf… Yang tersisa pada tubuhku hanyalah mata… Aku ingin engkau memandang dalam-dalam pada mataku, ibu, hatiku bersama seluruh isinya ada, terlindungi dari darah, cambuk dan olokan yang kian mendera. Jangan kau pandangi kepalaku, ada duri yang siap melukai hatimu yang terlanjur sakit Jangan kau pandangi tubuh yang kau rawat seumur hidupmu yang penuh kesusahan, ada cambuk yang siap merantai jiwamu ...

Curhat Jalan Salib I: Yesus dihukum mati

Kami menyembah dikau ya Tuhan dan bersyukur kepadaMu Sebab dengan salib suciMu Engkau telah menebus dunia   Ziarah penuh semangat Sang Kasih dimulai. Tiga tahun penuh gembira, bersama gunung, bukit, domba, kambing, sesawi, gandum, palma, mutiara, Dirham, Nazareth, Kapernaum, Galilea, Samaria…, lalu Yerusalem. Di tempat megah bersama lantuan doa dan kurban yang telah terpatri lama bersama Leluhur Israel yang perkasa, Sang Kasih bingung. Ia dikejutkan oleh begitu banyak hati yang tiba-tiba aneh. Satu hati memandang malu-malu bercampur ekonomis, menakar berat sang Hati kalau kebetulan dilelang di pasar Bait Allah, ah 30 keping perak mungkin. Beberapa, dengan jubah kebesaran yang megah, sibuk berdebat tentang isi hati Sang Kasih yang katanya tak sesuai dengan hati Allah, sebetulnya tak sesuai dengan hati mereka. Itu biasa, setidaknya di zaman kita. Yang paling membingungkannya adalah keberadaan hati yang lenyap entah kemana. Ya, duabelas hati terbaik yang dipilihnya dengan ...