NATALKU ADALAH ENGKAU
NATALKU ADALAH ENGKAU Aku mencari natal yang kian lambat menghampiriku di masa ini. Aku mencari natal, tapi dia rupanya lari, pergi tanpa jejak seperti angin Desember yang sukses menumbang batang-batang perkasa penguasa hutan-hutan kita. Aku mencari natal, ia rupanya masih malu-malu, mengintip sambil mengirimiku hadiah kedamaian dan cinta, ibarat penggemar rahasia yang tak ingin ketahuan. Aku mencari natal, dia ada, ah, damaiku membubung, tapi dimana? Oh, ini rupanya. Sekelompok remaja sibuk meletupkan semangat (katanya) yang sukses memenuhkan separuh rumah sakit spesialis jantung dan shock bagi dada dan telinga yang tak siap atau mungkin melamun dan merenungi diri dalam ketenangan. Dentuman meriam, petasan, mercon dan entah apa namanya yang lain menjadi teman setia bagi telingaku. Yah, ini Natal, gumamku sambil menyimpan sedikit tanya. Entah apa hubungannya, tapi inilah Natal, kata mereka, kata kotaku. Maka penuhlah setiap emperan toko dengan deretan kembang api dan...