SALIB
ENGKAU izinkan aku memandangMu dengan rasa yang, entah apa Aku yang rajin buat luka, ENGKAU yang malah berdarah Aku yang rajin buat salib, ENGKAU malah yang kupaku di sana Aku yang tak bisa jaga diri, ENGKAU yang malah babak belur ENGKAU tahu, aku seharusnya yang terpaku di situ aku seharusnya yang terluka yang berdarah-darah salahku sendiri setelah ENGKAU tergantung penuh luka Kau izinkan aku memandang dengan rasa yang, entah apa ENGKAU tahu sulitnya meminta maaf pada orang yang sedang terluka karena kita Mau pergi juga, gara-gara aku, kan? setelah ENGKAU tergantung penuh luka Kau izinkan aku memandang dengan rasa yang, entah apa Rm. Valerian Karitas, Pr Katedral Ruteng Jumat Agung 2022