Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Pentakosta: Bagaimana Roh Kudus Mengubah Kita?

Gambar
  Bagaimana Roh Kudus mengubah kita? 1.     Mengubah Yerusalem Kuasa Roh Kudus mengubah “Yerusalem” bagi para murid Yesus. Yerusalem yang sebelumnya menjadi kota penuh ketakutan “dengan pintu-pintu yang terkunci rapat” menjadi kota penuh gegap gempita dan sukacita. Tempat hidup kita memang tidak berubah, orang-orang yang kita temui juga itu-itu saja setiap waktu. Kuasa TUHAN yang hadirlah yang bisa membuat Yerusalem kita menjadi baru, dan jadi lebih baik. Kuasa Roh TUHAN selalu hadir mengubah keadaan dan mengubah hati kita. 2.     Mengubah kita dari penakut menjadi saksi. Kuasa Roh Kudus adalah kuasa kesaksian. Para rasul menjadi begitu bersemangat dan bersukacita, dan keluar mewartakan kabar gembira Kristus kepada semua orang. Kuasa Roh itu tidak hanya “membakar habis” seluruh kesedihan dan ketakutan mereka, tetapi juga menjadi api yang membakar semangat mereka untuk bersaksi. Kita harus sadar, bahwa perjuangan menjadi “orang baik”, - d...

Dunia Kita Bukan (Hanya) Medsos

Gambar
  Yoh 17:11b-19 Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (Yoh 17:11b)   1.      Media Sosial dan Kehilangan Doa Tuhan Yesus dalam injil berisi permohonan, agar para pengikutnya tidak kehilangan. IA ingin agar mereka tetap bersukacita dalam dunia mereka, dalam hidup dan perjuangan mereka, dan dalam TUHAN. Sadarkah kita, bahwa saat ini seluruh dunia kita adalah “media sosial”? Kita sekarang menjadi lebih depresi pada sesuatu yang kita nikmati dari media sosial. Kita lebih mudah menjadi cemas, tersinggung, takut, marah, putus asa, dan sakit, hanya karena apa yang kita lihat di media sosial. Apa yang dahulu menjadi pelarian, kini malah menjadi seluruh dunia untuk kita, dan dari situ kita mengukur seluruh keadaan batin kita. Kita menjadi lebih jahat, kehilangan kontrol atas diri dan pertimbangan untuk memaki, menghujat, memfitnah, dan dan ...

dari TUHAN yang menyembuhkan, jangan belajar jadi luka

Gambar
  Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. (Yoh. 15:12) catatlah dua hal indah ini di hati. (1). "seperti Aku telah mengasihi kamu." Di hadapan kasih TUHAN, aku dan engkau sama. Rapuh, kalah, terluka, bingung, berjuang, menangis,-, sama Kita hanya berbeda jenis luka. kita juga sama, pernah sembuh, pernah merasakan kasih TUHAN, pernah merasakan lutut sampai keram tetapi rasa-rasanya curhat masih panjang di depan TUHAN,  dan TUHAN harus dengar lebih banyak sampai IA menolong,  sekurang-kurangnya untuk menenangkan hati dulu. Lalu pernah gembira, pulang dengan bersyukur, ternyata TUHAN begitu baik. (2) "Hendaklah kamu saling mengasihi" di hadapan TUHAN, kita berjumpa, menemukan cara terbaik membalut luka-luka kita. jika engkau izinkan, aku berbagi kisah-kisah lukaku, lalu memberimu "usul", bagaimana merasakan TUHAN membalut luka kita. tapi yang paling penting, jika merasakan damainya disembuhkan TUHAN, jangan la...