Pentakosta: Bagaimana Roh Kudus Mengubah Kita?

 


Bagaimana Roh Kudus mengubah kita?

1.    Mengubah Yerusalem

Kuasa Roh Kudus mengubah “Yerusalem” bagi para murid Yesus. Yerusalem yang sebelumnya menjadi kota penuh ketakutan “dengan pintu-pintu yang terkunci rapat” menjadi kota penuh gegap gempita dan sukacita.

Tempat hidup kita memang tidak berubah, orang-orang yang kita temui juga itu-itu saja setiap waktu. Kuasa TUHAN yang hadirlah yang bisa membuat Yerusalem kita menjadi baru, dan jadi lebih baik. Kuasa Roh TUHAN selalu hadir mengubah keadaan dan mengubah hati kita.

2.    Mengubah kita dari penakut menjadi saksi.

Kuasa Roh Kudus adalah kuasa kesaksian. Para rasul menjadi begitu bersemangat dan bersukacita, dan keluar mewartakan kabar gembira Kristus kepada semua orang. Kuasa Roh itu tidak hanya “membakar habis” seluruh kesedihan dan ketakutan mereka, tetapi juga menjadi api yang membakar semangat mereka untuk bersaksi.

Kita harus sadar, bahwa perjuangan menjadi “orang baik”, - di dalam rumah, dalam Gereja, dalam masyarakat, -  selalu akan bertemu dengan dua tantangan, (1) “Yerusalem” hidup yang begitu-begitu saja, dan (2) ketidakpedulian dan bahkan penolakan di “Yerusalem”. Kuasa Roh Kudus bagi para rasul mengingatkan kita, bahwa dalam perjuangan hidup menjadi “orang baik”, selalu ada kuasa Roh Kudus yang memampukan kita menjadi saksi. Kita tidak selalu sendirian.

3.    Roh Kudus mengubah kisah “Babel”

Dalam Kitab Kejadian, manusia berjuang “menyaingi TUHAN” dengan mendirikan menara Babel yang tingginya “sampai ke langit”. TUHAN menghukum mereka dengan mengacaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak saling mengerti satu sama lain, dan menara itu gagal. Dalam kisah “Babel Baru” Pentakosta, kuasa Roh Kudus mempersatukan orang-orang dengan bahasa berbeda, sehingga mereka mengerti pewartaan para rasul.

Dalam dunia “Babel” yang penuh dengan pemahaman yang keliru, tidak saling mengerti dan menghargai satu sama lain, berjuang menyaingi TUHAN dengan teknologi dan kekayaan yang mengajak orang untuk makin serakah dan tak punya hati, kuasa Roh Kudus hadir, memastikan kita tetap saling memahami dan mengerti, memastikan bahasa kasih TUHAN tetap menjadi bahasa semua manusia, dan kita diajak untuk hidup dalam damai.

Jadi, bagaimana Roh Kudus mengubah kita?

IA mengubah kita dari dalam, dari hati. IA mengubah kita, bukan untuk lari dari kenyataan, tetapi untuk berdiri tegak, menantang dan memperjuangkan kenyataan itu, “sebab bagi TUHAN tidak ada yang mustahil”. IA mengubah kita, karena IA tahu, kita yang beriman dapat mengubah dunia ini menjadi lebih baik.

 

Lublin – Polandia

Hari Raya Pentakosta; Minggu, 19 Mei 2024

Rm. Valerian Karitas, Pr

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN