Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

SUDAH (BARU) 5 TAHUN

Gambar
    Betapa aku bermimpi, aku bisa merindukan-Mu Menikmati sepenuhnya saat-saat bersama-Mu Mencintai-Mu…   Mengapa Daud gembira sekali, sampai menari-nari? Mengapa Elia begitu tenang dan teguh percaya pada-Mu? Mengapa Maria sampai menjawab ‘terjadilah padaku menurut perkataan-Mu’? Mengapa Elizabeth dan Yohanes kecil begitu bahagia? Mengapa Simeon dan Hana begitu bersemangat? Mengapa Zakheus sampai memanjat pohon? Mengapa perempuan yang sakit pendarahan itu bisa memegang jubah-Mu? Mengapa Maria dan Marta bisa menunggu-Mu dengan setia, bahkan dalam kesedihan yang mustahil dihibur sekali pun? Mengapa perempuan itu bisa meminyaki kaki-Mu dan menyeka kaki-Mu dengan rambutnya? Mengapa Maria Magdalena dan yang lain masih mau juga ke kubur-Mu? Mengapa Petrus, dengan segala kelemahannya, dengan berani mengatakan “Benar, TUHAN, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”?   Mereka bersukacita, TUHAN. Mereka gembira sekali. Mereka bahagia sekali. Me...

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

Gambar
  1.      Kesepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus berpisah jalan ketika sudah sembuh; sembilan pergi terus dan satu pulang dan bersyukur. Untuk menelisik dua sikap yang bertolak belakang ini, ada dua hal yang menarik untuk direnungkan: a.       Kesembuhan mereka berjalan ‘biasa saja’. Tidak ada kata-kata penuh kuasa dari Tuhan Yesus, tidak ada tindakan spektakuler. Hanya ada “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." (Luk 17:14), dan mereka menjadi sembuh di tengah jalan. Menariknya, mereka begitu kompak: meminta pertolongan, pergi kepada imam (mereka pergi dalam kondisi kusta, dan berani karena iman mereka pada kuasa Yesus). Ketika kita menderita dan benar-benar butuh pertolongan, kita biasanya kompak, dan jalan yang diberikan selalu diambil dengan penuh iman. b.      Situasi menjadi berubah ketika mereka sembuh. Tuhan Yesus, yang ‘memprotes karena ‘menghilang’nya kesembilan orang lain, secara l...

EKARISTI: HIDUP DARI TUHAN YANG PEDULI

Gambar
  Para murid dan Yesus berbeda sikap soal penanganan 'rasa lapar' orang-orang yang datang mendengarkan Yesus. Yesus, yang menolak usul para murid untuk ‘pergi ke kampung-kampung’ (Luk 9:12), menegaskan "kamulah yang memberi mereka makan" (Luk 9:13). Menyerahkan urusan ini pada mereka sendiri saat hari sudah mulai malam jelas tidak akan menyelesaikan persoalan, sebab belum tentu orang-orang akan memberi mereka makan (bdk. kisah keberatan seorang sahabat ketika dimintai bantuan untuk memberi roti saat ia dan anak-anaknya sudah tidur, Luk 11:5-7). Ketika Yesus menyatakan "kamulah yang memberi mereka makan" (Luk 9:13), IA menegaskan kepada para muridNya tentang dua hal penting: ü Yesus, TUHAN dan Sang Roti Hidup, ada di tengah-tengah mereka. Untuk apa mereka malah menunjuk ke tempat lain? ü Para murid, yang hidup dari Sang Roti Hidup, harus punya kepekaan dan kepedulian yang sama terhadap rasa lapar semua orang. Ekaristi selalu menjadi “rumah yang me...

DATANGLAH, YA ALLAH ROH KUDUS

Gambar
  1.      Dalam Injil Yohanes, Yesus menjanjikan Penolong yang lain, yang akan menyertai kita selama-lamanya. Sang Penolong, Roh Kudus, “…akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 12:26). 2.      Di hari Pentakosta, orang-orang Yahudi digemparkan oleh semangat berapi-api para murid, yang diberitakan “berbicara dalam bahasa-bahasa lain…” (Kis. 2:4). Mereka menjadi bersemangat, keluar dari ‘persembunyian’, “mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis. 2:11) dalam bahasa, yang ajaibnya, didengar dan dipahami oleh orang-orang dengan bahasa yang berbeda pada saat yang sama. 3.      Allah Roh Kudus mengubah hati para murid dari takut menjadi berani, IA  juga membuat hati dan pikiran mereka ingat tentang karya Allah yang telah diwartakan Kristus kepada mereka. Di dalam dunia yang menekan mereka untuk takut dan merasa apa yan...

KISAH YANG TERULANG DI DANAU GALILEA

Gambar
1.      Bagi yang familiar dengan kisah panggilan Petrus (Luk 5:1-11), kisah mukjizat penangkapan ikan dalam injil hari ini (Yoh. 21:1-19) rasanya seperti déjà vu . Ada pengulangan, seperti pergi menangkap sepanjang malam dan tidak mendapat apa-apa (Luk 5:5, Yoh 21:3), Yesus menyuruh menebarkan jala lagi (Luk 5:4, Yoh 21:6a), terjadinya mukjizat dengan banyaknya ikan yang ditangkap (Luk 5:6, Yoh 21:6b) .   2.      Pengulangan ini menarik untuk direnungkan dengan beberapa alasan: a.       Para murid ‘yang diminta menunggu di Galilea setelah kebangkitan’ coba-coba kembali ke hidup lama mereka. Mereka mencoba untuk kembali ke ‘mode pabrik’, setelah hidup mereka seutuhnya telah diubah oleh TUHAN, terutama setelah wafat dan kebangkitan-Nya. Seperti yang bisa dibayangkan, “mereka tidak mendapatkan apa-apa”. b.       Pengulangan ini mengingatkan Petrus pada kisah perjumpaan pertamanya den...

LUKA DARI CINTA YANG SERIUS

Gambar
1.       Kepada para murid (Yoh. 20:19) dan kemudian kepada Thomas ‘yang tidak percaya’ (Yoh. 20:27), Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya. Ia memperlihatkan luka-luka, yang menunjukkan bahwa IA benar-benar disalibkan dan dan wafat, dan sekarang benar-benar bangkit. Bagi mereka, bukti ini penting sekali, karena selain menunjukkan bahwa sekarang yang menampakkan diri kepada mereka adalah TUHAN, bukti ini juga menunjukkan, (1) yang disalibkan dan wafat untuk menebus mereka adalah benar-benar Tuhan Yesus (bukan orang lain), dan (2) yang kini hidup adalah Tuhan Yesus (ada bukti luka). 2.       Bagian paling menarik dari kisah ini, adalah ketika yang ditunjukkan Yesus sebagai bukti kebangkitan-Nya, dan yang ‘diperkarakan’ Thomas ketika ragu-ragu, adalah luka . Luka-luka bekas paku, dan terutama luka bekas tikaman tombak yang memastikan kematian-Nya (bdk. Yoh 19:34), adalah bukti tak terbantahkan tentang Yesus yang benar-benar menderi...

GOLGOTA DI HARI SABTU

Gambar
  (hanya membayang-bayang) Ada angin, lembut tapi kering, mencoba mengganggu bersemayamnya butir-butir pasir yang kemarin pasrah diinjak-injak massa. Dengan ringan, mereka memenuhi udara, menari-nari dengan sedih, entah akan mendarat di mana lagi. Tersisa, yang enggan terbang, menggumpal sejalur, menghitam beku bersama darah yang kemarin merah membasahi mereka. Mereka berjejer panjang, mungkin berharap bisa terbang juga menjemput rayuan angin kering, tapi siapa yang bisa menolak bekas gumpal darah? Makin kering, makin menghitam, makin kuat menandai luka-luka yang pernah ada. Beberapa tonjol karang terlihat memutih cerah, bergesekan dengan sandal dan kaki yang berjalan cepat, bersesak-sesakan. Ranting-ranting semak masih patah, layu, menolak bangkit setelah diacak-acak dan diinjak. Setelah kengerian itu, semuanya telah pulang. Hari Sabat. Tidak boleh ada aktivitas. Hari itu, adalah hari TUHAN. Selain desir angin, sepi. Hening, merayap, mencoba sia-sia menjahit luka-luka me...

KASIH PUTIH: MEMBASUH KAKI

Gambar
Kita belajar dari Ekaristi TUHAN tentang cara mencintai : 1.      Kasih Ekaristi mengalir dari Hati yang Putih. -     Dalam Ekaristi, kita memandang hati TUHAN yang putih, Hati yang penuh dengan niat menyelamatkan dan menjaga kita. -       Maka pertanyaan untuk kita setelah Ekaristi, setelah TUHAN ada di hati adalah: seputih apa hatimu? -    Hati putih adalah hati yang bersedia mencintai persaudaraan, mencintai keluarga, mencintai kepercayaan, mencintai perdamaian, mencintai kebenaran, mencintai semua yang bisa menjadikan saudara-saudari dan duniamu makin baik. -       Oleh karena itu, siapapun yang merayakan Ekaristi, seharusnya pulang dengan hati yang putih, seperti hati TUHAN. 2.      Kasih Ekaristi adalah kasih dari hati yang diberi . -        Dalam ekaristi, TUHAN memberi diriNya untuk “hidup” kita. Karena itu, pusat kasih, yang pertama dan utama, ada...

ST. YOSEPH

Gambar
Orang Kudus ini adalah definisi paling asli dari “pria sejati”. Ia menempatkan cintanya sebagai yang paling utama, mendahului semua keputusan yang ia ambil untuk hidupnya. Alih-alih berkoar-koar mengumbar sedetail-detailnya ketika merasa terkhianati, ia memilih percaya pada pilihan hatinya, pada Maria. Alih-alih menjadi lelaki gagah perkasa yang “wajib langsung eksekusi dan bertindak dengan jantan”, ia memilih tenang, memilih mempertimbangkan baik-baik, sekali lagi, demi Maria. Ia tidak takut, ia juga tidak pengecut. Ia hanya, dan sungguh-sungguh, mencintai Maria. Itu saja.   Dengan cinta yang utuh, pria yang luar biasa tenang dan rendah hati ini membuka hatinya bagi jalan TUHAN. TUHAN memberitahukan tentang Yesus yang dikandung Maria, dan memberinya jalan. Lalu, dengan cinta yang ia tahu tak pernah keliru, ia memilih melakukan kehendak TUHAN. Selanjutnya kisah itu menjadi awal kisah keluarga kudus Nazareth, bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup Kristus,...

TRANSFIGURASI

Gambar
1.     Kepada Abraham, TUHAN membuat janji dengan mukjizat: Abraham diminta melihat bintang di langit, dan kurban bakaran yang ia siapkan terbakar secara ajaib oleh kuasa TUHAN. Janji itu datang dengan mukjizat agar selalu diingat Abraham, bahwa yang berjanji kepadanya adalah TUHAN. 2.     Dalam injil, Tuhan Yesus berubah rupa di depan Petrus, Yohanes dan Yakobus. PakaianNya menjadi putih bercahaya, Musa dan Elia juga menampakkan diri. Ada suara dari langit “Inilah AnakKu yang kupilih. Dengarkanlah DIA”. Dalam peristiwa transfigurasi, dengan mukjizat yang luar biasa, Yesus menunjukkan kepada mereka bahwa IA adalah TUHAN. 3.     Transfigurasi menjadi pengingat bagi ketiga murid Yesus, bahwa meskipun mereka akan melihat orang-orang Yahudi menolak Yesus, meskipun mereka melihat Yesus menderita, disalibkan, dan wafat, mereka tetap ingat, Yesus adalah TUHAN. Mereka akan mengalami masa ‘kelam’ dalam perjalanan iman mereka bersamaNya. Peristi...