ST. YOSEPH



Orang Kudus ini adalah definisi paling asli dari “pria sejati”.

Ia menempatkan cintanya sebagai yang paling utama, mendahului semua keputusan yang ia ambil untuk hidupnya.

Alih-alih berkoar-koar mengumbar sedetail-detailnya ketika merasa terkhianati, ia memilih percaya pada pilihan hatinya, pada Maria.

Alih-alih menjadi lelaki gagah perkasa yang “wajib langsung eksekusi dan bertindak dengan jantan”, ia memilih tenang, memilih mempertimbangkan baik-baik, sekali lagi, demi Maria.

Ia tidak takut, ia juga tidak pengecut.

Ia hanya, dan sungguh-sungguh, mencintai Maria. Itu saja.

 

Dengan cinta yang utuh, pria yang luar biasa tenang dan rendah hati ini membuka hatinya bagi jalan TUHAN.

TUHAN memberitahukan tentang Yesus yang dikandung Maria, dan memberinya jalan.

Lalu, dengan cinta yang ia tahu tak pernah keliru, ia memilih melakukan kehendak TUHAN. Selanjutnya kisah itu menjadi awal kisah keluarga kudus Nazareth, bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup Kristus, Penyelamat kita.

Pilihannya untuk setia pada cinta di hatinya ternyata adalah pilihan terbaik. Ia menang, sepenuh-penuhnya. Ia tetap mencintai Maria, pujaan hatinya, seutuh-utuhnya, dan ia menjaga Yesus, Putra kesayangannya, Allah yang menjadi Manusia.

 

Lublin – Polandia, 19 Maret 2025

Hari Raya St. Yoseph

Rm. Valerian Karitas, Pr. Imam Diosesan Keuskupan Ruteng.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN