P. Simeon Bera Muda, SVD (kisah-kisah kecil di seluruh kisah hidupnya yang menawan hati)
Kuliah Kitab Suci bersama beliau adalah yang paling dikenang dan penuh dengan kisah menarik. Beliau adalah definisi paling dekat dengan style "out of the box", hampir dalam segala sesuatu. Gayanya unik, tugas-tugas dan ujiannya selalu "agak laen", penyajian materi yang kreatif dan kadang menyulitkan untuk dipahami. Dikomplain dengan cara apapun, beliau konsisten dengan gayanya.
Dalam kuliah KItab Suci, untuk beliau (tentu saja) Kitab Suci adalah inti dari kuliah. Engkau tidak bisa datang kuliah Kitab Suci tanpa pengandaian pernah baca Kitab Suci (meski kenyataannya mungkin sering begitu). Maka, di setiap tugas, ada ayat Kitab Suci yang mesti engkau tulis dengan tulisan tangan, dan tugas itu dikumpulkan dalam kuliah minggu berikutnya (setiap minggu ada tugas "karbon"), tentu saja dengan prediksi, engkau setidaknya membaca Kitab Suci.
Kuliah beliau pun "aneh", penjelasan-penjelasan diberi nomor seperti dokumen Gereja, dan kita wajib mencatat. Di akhir les, penjelasan yang sudah ditulis inilah yang akan jadi tugas "karbon", dengan tambahan ayat Kitab Suci atau kata dan kalimat kunci dalam bahasa Ibrani atau Yunani.
Tugas "karbon" ini pun aneh. Kita harus mencari kertas bekas dokumen atau tulisan yang sudah jadi "sampah" (dalam dokumen penting, biasanya hanya lembar depan dari kertas HVS yang dipakai. Bagian belakang yang kosong itulah yang akan jadi medan "karbon", oh iya, karbon adalah semacam lembaran khusus untuk menggandakan teks ketikan dari mesin tik zaman dulu). Hasil penggandaan karbon inilah yang akan dikumpulkan, setiap minggu.
Dengan segala model "out of the box" itu, beliau adalah ahli Kitab Suci yang luar biasa cerdas. Kalau kita sepakat menempatkan kecerdasan sebagai kemampuan mengolah materi menjadi "praktis, mengumat, dan sesuai konteks", anda berjumpa dengan orang yang tepat.
Lebih dari itu, dengan gayanya yang eksentrik, beliau meletakkan dasar yang kuat untuk para murid. Bagi beliau, menjadi terpelajar bukan hanya tentang paham dan dapat nilai, tetapi menggabungkan kecintaan (pada Kitab Suci dan siapapun yang membaca dan mendengarnya), dedikasi, kedisiplinan, kerja keras, dan kreativitas. Jenis ini, meski menyulitkan, sudah sangat langka kita dapati dalam dunia pendidikan.
Di tengah tugas "karbon"nya yang nyeleneh dan menyesakkan dada itu, saya dapat dua poin besar sekali. Pertama, saya jadi tahu, kemampuan mengingat dan analisis saya meningkat tajam hampir tiga kali lipat ketika saya menulis dengan tulisan tangan. Kedua, karena pakai dua bahasa (Indonesia dan Inggris sebelah menyebelah dalam satu lembar tugas), kemampuan bahasa Inggris saya meningkat tajam juga.
Hari ini, saya mendengar kabar, beliau kembali ke pelukan Sang Sabda.
Saat hari ini tiba, saya mengingat caranya membalas kritik tentang tugas dan kuliahnya. "kalau saya mati nanti, kamu kasih masuk semua itu karbon sampai penuh di peti".
Kami kasih masuk semua, Pater. Semuanya.
Toh isinya banyak ayat Kitab Suci, yang engkau cintai seumur hidupmu, yang engkau ajarkan untuk kami cintai juga.
Bawa saja semua ke Tuhan Yesus. Jadikan semuanya bukti, bahwa itu adalah salinan dengan "karbon", yang versi aslinya sedapat mungkin telah kami tulis di hati kami.
Beristirahatlah dalam damai, Pater Simeon Bera Muda, SVD.
Lublin - Polandia, 10 Maret 2025
Rm. Valerian Karitas, Pr (Imam Diosesan Keuskupan Ruteng)

Komentar
Posting Komentar