Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

“MENGAPA KAMU BEGITU TAKUT?”

Gambar
  “MENGAPA KAMU BEGITU TAKUT?” (Mrk. 4:35-40)   Badai yang telah reda, danau yang kembali teduh, dan para murid yang takjub. Kuasa Tuhan dan Guru mereka begitu besar sampai “angin dan danau pun taat kepadaNya” (Mrk 4:41). Di antara ketakjuban itu, muncul pertanyaan yang menggelitik dari Tuhan Yesus, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk 4:40). Apa yang membuat kita begitu takut dalam badai hidup? dan mengapa Tuhan mempertanyakan ketakutan itu? a.      Yesus berlayar bersama kita di perahu yang sama. Bahkan IA yang meminta kita “bertolak ke seberang” (Mrk. 4: 35). Hidup kita sebegitu eratnya dengan TUHAN, sedekat “berlayar bersama”. TUHAN tidak memandang dari jauh, atau menonton dari perahu lain. IA benar-benar ada, dan bersama. Apapun yang kita alami di perahu tersebut; arahnya, goncangannya, masalahnya, - IA juga tahu dan mengalaminya. Maka, bagian pertama dari pertanyaan Tuhan Yesus adalah kritik terhadap para murid. “kamu ...

TUMBUH (Mrk. 4:26-34)

Gambar
  Foto: Komuni Pertama Paroki Katedral Ruteng, 2021 TUMBUH (Mrk. 4:26-34)   Yesus menyampaikan perumpamaan tentang benih yang tumbuh. Perumpamaan ini dibagi dalam dua bagian: a)     Benih yang tumbuh sendiri di dalam TUHAN; “Penabur itu tidur dan bangun siang dan malam, dan benih itu mengeluarkan tunas dan bertumbuh. Penabur itu tidak tahu bagaimana terjadinya” (Mrk 4:27). b)     Tumbuh dan menjadi rindang; menjadi tempat bernaung dan berlindung; “tetapi ketika ditabur, biji itu akan tumbuh dan menjadi lebih besar daripada semua tanaman kebun, dan mengeluarkan cabang-cabang besar sehingga burung-burung di udara dapat membuat sarang di bawah naungannya." (Mrk 4:32). Perumpamaan ini mengarah pada langkah penting dalam hidup manusia: tumbuh dan berkembang. Bagaimana sebetulnya tumbuh dan berkembang di dalam TUHAN? Bagaimana kerajaan Allah itu tumbuh di hati kita? Apa saja halangannya? a)     Kita selalu kesulitan dengan ...

In memorian: Rm. Patris Bollar, Pr “KISAH-KISAH PARA TAMU PASTORAN” (BAGIAN I)

Gambar
  In memorian: Rm. Patris Bollar, Pr “KISAH-KISAH PARA TAMU PASTORAN” (BAGIAN I)   Sekitar penghujung Juni 2020, saya mendapat SK, bersama Rm. Patris Bollar di Paroki Sta. Maria Fatima Cancar. Saya tidak pernah berjumpa beliau sebelumnya. Saya hanya merekam dua pesan sebelum ke sana: “Wah, ité (anda, Manggarai) dapat pendamping yang hebat”, dan “beliau sakit e”. Pelayanan, yang dilanjutkan dengan masa Diakonat yang penuh persaudaraan itu berlanjut selama hampir empat bulan. Saya mendapat kesempatan istimewa, bisa belajar dalam panggilan dan pelayanan bersama Rm. Ndelik (panggilan kecil beliau, yang berkali-kali saya tanya dari mana itu nama, tidak pernah dapat jawaban) yang amat luar biasa. Kami berdua sama-sama baru di Cancar. Beliau baru beberapa bulan pindah dari Ranggu, dan saya baru selesai kuliah dan mau ditahbiskan menjadi Diakon. Sama-sama memulai, sama-sama belajar beradaptasi, saya menyaksikan sosok Imam yang luar biasa dalam diri beliau. “Pelajaran pertama” ...

PUNYA HATI

Gambar
(Mrk. 3:20-33)   Orang-orang Yahudi menuduh Yesus bersekutu dengan Beelzebul, penguhulu setan (Mrk 3:22). Saudara-saudara Yesus berniat mengambil DIA karena “sudah tidak waras lagi” (Mrk. 3:21). Ada apa? a.      Kelompok pertama, para pengusung ide “Beelzebul”, berusaha memfitnah Yesus. Mereka ingin orang-orang tidak lagi datang dan mendengarkanNya. Entah yang disampaikan Yesus benar, atau baik, mereka tidak peduli. Apapun caranya, yang penting pengikut Orang Ini berkurang, dan Beelzebul adalah senjata yang ampuh untuk memfitnahnya. Gampang, tinggal fitnah sampai semua orang membenci, pasti tidak ada lagi yang mendengarkanNya. Sampai sekarang, fitnah selalu ampuh. Penerimanya juga tidak perlu membuktikan kebenarannya. Cukup mendengar, dan jadilah kisah, dan kita punya alasan untuk membenci. b.      Kelompok kedua, para pengusung ide “DIA sudah tidak waras lagi”, berusaha menarik Yesus dari pewartaanNya “karena malu”. Mereka takut ikut d...
Gambar
  MISA, HADIR UNTUK APA?   Untuk apa anda hadir misa? Memenuhi kewajiban karena anda Katolik? Mendengar koor yang indah? Mendengar khotbah? Dilihat tetangga dan umat lain? Isi waktu hari Minggu? Apa sebenarnya yang ada dalam Ekaristi? Mari merenung bersama. 1.      Pesta yang disiapkan TUHAN. Para murid tidak perlu “sibuk-sibuk”, semuanya telah tersedia untuk perayaan. “Lalu, ia akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan besar di lantai atas yang sudah berperabot dan siap sedia. Siapkanlah perjamuan bagi kita di sana." (Mrk. 14:15). Ketika kita hadir dan merayakan Ekaristi, kita hadir dalam pesta yang disiapkan TUHAN , bukan sekadar “kita berkumpul bersama”. Sebelum kita datang, TUHAN sudah menyiapkan ini dan itu, dan ketika IA melihatmu, IA akan mengajakmu: “Mari”, kataNya sambil tersenyum memelukmu, memeluk pundakmu yang selalu penuh beban itu. Engkau yang datang dengan tangisan, pasti berjumpa senyuman TUHAN, langsung dari yang paling berkuasa ...