MISA, HADIR UNTUK APA?
Untuk apa anda hadir
misa? Memenuhi kewajiban karena anda Katolik? Mendengar koor yang indah? Mendengar
khotbah? Dilihat tetangga dan umat lain? Isi waktu hari Minggu?
Apa sebenarnya yang
ada dalam Ekaristi? Mari merenung bersama.
1.
Pesta yang disiapkan TUHAN.
Para
murid tidak perlu “sibuk-sibuk”, semuanya telah tersedia untuk perayaan. “Lalu,
ia akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan besar di lantai atas yang sudah
berperabot dan siap sedia. Siapkanlah perjamuan bagi kita di sana." (Mrk.
14:15).
Ketika
kita hadir dan merayakan Ekaristi, kita hadir dalam pesta yang disiapkan
TUHAN, bukan sekadar “kita berkumpul bersama”. Sebelum kita datang, TUHAN
sudah menyiapkan ini dan itu, dan ketika IA melihatmu, IA akan mengajakmu: “Mari”,
kataNya sambil tersenyum memelukmu, memeluk pundakmu yang selalu penuh beban
itu. Engkau yang datang dengan tangisan, pasti berjumpa senyuman TUHAN, langsung
dari yang paling berkuasa menghapus air mata sederas apapun. Engkau yang datang
dengan beban dan gelisah, pasti berjumpa dengan pelukan TUHAN, langsung dari
kehangatan kasih yang berkuasa mengangkat segala persoalan. Engkau yang datang dengan
penyesalan, pasti berjumpa dengan pengampunan TUHAN, langsung dari DIA yang
berlari-lari mendapatkan anakNya yang pulang.
Ekaristi,
bukan tentang “kita datang, dan harus omong banyak”, tapi tentang “DIA yang
sudah menunggu dengan rindu”. IA telah siap menunggu
dan mengajakmu, dan menyiapkan hadiah tak ternilai, Tubuh dan DarahNya sendiri.
2.
“inilah TubuhKu, Inilah DarahKu”
Ketika
Tuhan Yesus mengatakan “inilah TubuhKu, Inilah DarahKu” (bdk. Mrk. 14:22-24), TUHAN
benar-benar memberikan Tubuh dan DarahNya kepada kita. Renungkanlah kedua
hal ini:
a.
Dengan kehadiran nyata Kristus (Tubuh
dan DarahNya), Ekaristi menjadi saat paling dekat kita dengan TUHAN,
yang tidak dapat dibandingkan dengan saat doa manapun. Dari semua saat penting
dalam hidup iman kita, Ekaristi adalah satu-satunya kesempatan kita bertemu
langsung dengan TUHAN sendiri.
b.
Dengan menyantap Tubuh Kristus, kita
mengatakan kepada diri, “aku adalah milik TUHAN, IA sekarang bersamaku”.
Kita bukan lagi milik dosa, kita bukan lagi milik beban-beban dan kegelisahan
kita, kita bukan lagi milik kesedihan dan tangisan. Kita adalah milik TUHAN
sendiri.
Ternyata,
kita lebih dari sekadar “undangan”. Setelah diterima dengan penuh kasih,
TUHAN memberikan Tubuh dan DarahNya, dan kita bersama-sama dengan DIA, dan IA
bersama kita.
3.
Lalu apa itu “hadir misa”? mengapa Ekaristi
selalu penting dan tidak tergantikan?
Urusannya
bukan tentang memenuhi Gedung Gereja, atau dengar koor yang bagus, atau
mendengar khotbah yang enak di telinga. Urusan kita, yang paling dalam dari
hati, yang tak boleh ditukar atau digantikan dengan apapun adalah: (1) TUHAN
mengundang saya, (2) saya berjumpa langsung dengan TUHAN, (3) TUHAN akan
bersama-sama dengan saya.
Lublin
– Polandia, 2 Juni 2024
Hari
Raya Tubuh dan Darah Kristus
Rm.
Valerian Karitas, Pr
Komentar
Posting Komentar