Berani?
Ketika Yesus mengatakan, bahwa IA tidak menghapus hukum Taurat, tapi menggenapinya, ada kenyataan yang berani tapi penting untuk tetap dipegang teguh: kebenaran dan kasih tidak pernah berubah. Caranya bisa saja berubah seturut zaman, seturut selera waktu, atau seturut keadaan, tetapi tidak pernah dimaksudkan untuk dikurangi atau dikompromikan atau diubah standarnya. Kebenaran tetaplah kebenaran, kasih tetaplah kasih. Dari standar yang tak tergoyahkan ini, Yesus menantang kita, para pengikut-Nya. Pada batas mana kita berdiri dan memegang teguh prinsip ini? Apakah sekadar ‘agar disebut baik’?, apakah sekadar agar lepas dari tuntutan dan beban ‘dilihat dan diperhatikan orang’? Apakah hanya sejauh ‘yang penting sudah berbuat’? Mari kita bahas empat standar dasar Hukum Taurat yang oleh Tuhan Yesus katakan ‘tidak cukup hanya sampai di situ (saja)’. Pertama, jangan membunuh. Tuhan Yesus menggariskan sesuatu yang lebih tinggi: ‘pembunuhan’ adalah aksi kekerasan yang keji mela...