Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

ORANG BERIMAN

Gambar
1.        Yesus melarang para muridNya mencegah orang yang “mengusir setan dengan namaNya”. Orang itu bukanlah pengikut Yesus, tetapi dia percaya pada kuasa Yesus dan dia berkehendak baik . Kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. (ay. 39). Perhatikanlah dua kualitas rohani ini dalam hidup iman kita. Kita tidak dapat “percaya pada kuasa TUHAN” dan pada saat yang sama memelihara hati dan kehendak yang buruk dalam diri. Kita juga tidak dapat mengatakan “yang penting hati dan hidup baik, beriman tidak penting”. 2.      Lebih jauh, Yesus bahkan dengan jelas menegaskan tentang berkat berlimpah yang memenuhi hidup orang-orang yang membawa TUHAN. Berkat TUHAN tidak hanya mengalir dalam hidupnya, tetapi juga mengalir memenuhi orang-orang lain yang menerimanya dan berjalan bersamanya. “ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa member...

PERKARA: SIAPA PALING BERKUASA

Gambar
  (Mrk (9:30 – 37)   Setelah Tuhan Yesus menyampaikan perihal sengsara dan wafatNya kepada para pengikutNya (ay. 31), para murid diam-diam bertengkar memperebutkan “posisi penting” dalam kelompok pengikut Yesus; “… Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka” (ay. 34). a.       Tuhan Yesus, yang paling utama di antara mereka, bahkan baru selesai membicarakan “posisiNya” sebagai “yang diserahkan ke dalam tangan manusia, dibunuh, dan bangkit pada hari ketiga”. Kuasa yang diemban Yesus adalah kurban, kuasa “penyerahan Diri”. b.      Para murid memperebutkan kuasa seperti itu dengan dengan klaim “paling utama, pertama, terbesar”. Kuasa itu bagi mereka berarti ada di atas yang lain, “memerintah”, dan bisa menjadi penguasa bagi yang lain, dan memiliki lebih banyak: entah kekayaan entah gengsi. c.       Yesus mengkritik pandangan mereka dengan “menempa...

IMAN PETRUS

Gambar
                                             Ketika Yesus bertanya, “menurutmu, siapakah AKU ini?”, Petrus dengan lantang menjawab, “Engkau adalah Mesias”. Jawaban ini adalah jawaban yang sangat kuat, jauh lebih kuat dari hanya mengira-ngira, bergantung pada apa kata orang, apa yang dialami orang lain. Bagi Petrus, jawaban ini merangkum seluruh kisah hidupnya bersama Tuhan Yesus; ketika ia dipanggil, berjalan bersama dan mendengarkanNya, dan harapannya akan masa depan, yakni terus bersama Tuhan Yesus. Tetapi pada saat yang sama, ketika Yesus berbicara tentang kurban dan salib yang akan IA hadapi, Petrus, yang melanjutkan kegagahan jawabannya yang pertama, mencoba menegur Tuhan Yesus. Petrus yang sama, dengan ungkapan iman yang kuat, tiba-tiba menjadi “lemah”, mendapat teguran keras, “enyahlah iblis”. Ada apa? 1.        Ketika TUHAN menan...