Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

KRISTUS: RAJA SEMESTA ALAM

Gambar
(Yoh 18:33b-37)   1.     Ketika Pilatus bertanya tentang status Yesus sebagai Raja, Yesus ‘menyelidiki’ hatinya. Yesus menjawab, "Apakah pertanyaan itu dari dirimu sendiri, atau adakah orang lain yang memberitahumu tentang Aku?" (ay. 34). 2.     Kerajaan Kristus “bukan dari dunia ini” (ay. 36). a.      “Bukan dari dunia ini” berarti kekuasaanNya meliputi segala sesuatu, seluruh alam semesta. IA tidak hanya memerintah atas dunia (yang terlihat oleh manusia). Manusia membatasi dirinya dengan “apa yang terlihat dan bisa dinikmati sekarang”, tetapi kuasa Kerajaan Kristus jauh membentang atas hari ini, masa lalu, dan masa depan, tentang “hal-hal yang juga belum diketahui”. b.     “Bukan dari dunia ini” berarti bentuk Kerajaan Kristus tidak seperti kerajaan manusia. Ketika Yesus disebut sebagai Raja persis saat sedang disiksa dan akan disalibkan sebagai penebus, IA memaklumkan bahwa IA adalah Raja “lain”, tidak...

AKHIR ZAMAN

Gambar
(Mrk. 13:24-32)   Sekurang-kurangnya, ada beberapa hal yang disampaikan Yesus: 1.     Penanda hari dan waktu, yakni bulan dan matahari, akan menjadi gelap. Segala sesuatu yang menandai hari-hari hidup kita suatu saat akan terbongkar (ay. 24-25) 2.     Pada akhir zaman, TUHAN akan mengumpulkan orang-orang pilihanNya , memisahkan mereka untuk mendapatkan kebahagiaan kekal. (ay. 26-27) 3.     Sikap iman yang baik adalah “berjaga-jaga”, berjuang menyadari kehadiran TUHAN dan sedapat mungkin berjalan bersamaNya. Orang-orang yang dekat dengan TUHAN pasti tahu tanda-tanda kehadiranNya .  (ay. 28-29) 4.     TUHAN akan melaksanakan kehendakNya, tetapi kapan kehendakNya akan terjadi, tidak ada yang tahu. (ay. 30-32). Tidak ada gunanya juga mencari ‘bocoran’, sebab yang penting bukan kapan saat itu datang, tetapi persiapan dan pentingnya memaknai “berkat dan kesempatan hari ini”. Apa yang bisa kita renungkan? 1. ...

PAMER

Gambar
  1.      Perilaku memberi secara ironis dipertentangkan dalam injil: a.      Ahli-ahli Taurat (bersama orang-orang kaya yang memberi banyak) dan janda miskin, b.      mereka yang ‘menelan rumah janda-janda’ dan janda yang ‘memberi apa yang seharusnya untuk dia telan (makan)’, c.       mereka yang ‘pamer’ dan janda yang memberi dengan ‘sembunyi-sembunyi’ (pemberiannya tidak seberapa untuk harus dipamerkan). 2.      Membanggakan ‘kulit’ memang selalu menjadi kebiasaan kita. Kita mudah terpesona oleh ide-ide ‘pamer’, memberi dengan berjuta-juta atribut agar bisa dilihat dan disanjung-sanjung. Kebiasaan ini, sayangnya, berjalan lurus dengan mental ‘flexing’, semacam kebiasaan memamerkan kekayaan atau status dan kebiasaan menonton konten-konten pamer kekayaan seperti ini lalu secara celaka menganggapnya sebagai ‘tanda bahwa mereka atau aku diberkati’. 3.   ...