KRISTUS: RAJA SEMESTA ALAM

(Yoh 18:33b-37)

 

1.    Ketika Pilatus bertanya tentang status Yesus sebagai Raja, Yesus ‘menyelidiki’ hatinya. Yesus menjawab, "Apakah pertanyaan itu dari dirimu sendiri, atau adakah orang lain yang memberitahumu tentang Aku?" (ay. 34).

2.    Kerajaan Kristus “bukan dari dunia ini” (ay. 36).

a.     “Bukan dari dunia ini” berarti kekuasaanNya meliputi segala sesuatu, seluruh alam semesta. IA tidak hanya memerintah atas dunia (yang terlihat oleh manusia). Manusia membatasi dirinya dengan “apa yang terlihat dan bisa dinikmati sekarang”, tetapi kuasa Kerajaan Kristus jauh membentang atas hari ini, masa lalu, dan masa depan, tentang “hal-hal yang juga belum diketahui”.

b.    “Bukan dari dunia ini” berarti bentuk Kerajaan Kristus tidak seperti kerajaan manusia. Ketika Yesus disebut sebagai Raja persis saat sedang disiksa dan akan disalibkan sebagai penebus, IA memaklumkan bahwa IA adalah Raja “lain”, tidak seperti raja-raja dunia.

3.    Yesus terus ‘menyerang’ Pilatus. Pilatus berkata, "Jadi, Engkau seorang raja?" Yesus menjawab, "Engkaulah yang mengatakan bahwa Aku adalah raja. Untuk inilah Aku lahir, dan untuk inilah Aku datang ke dunia, yaitu untuk bersaksi tentang kebenaran. Setiap orang yang berasal dari kebenaran akan mendengarkan suara-Ku." (ay. 37). IA secara tidak langsung menantang Pilatus untuk bersaksi tentang kebenaran, ketika Pilatus mengatakan Yesus adalah Raja.

4.    Apa yang bisa kita renungkan?

a.    Ketika kita mengakui Kristus sebagai Raja, setidaknya kita menyadari: TUHAN berkuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada raja lain atas hidup kita selain Kristus. IA berkuasa dengan “kuasa Salib”, mengasihi sampai berkurban menggantikan kita, supaya kita tetap hidup. Raja Kristus memang “lain”.

b.    Pengakuan itu selalu berupa jawaban yang datang dari kita, bukan ‘paksaan’ dari TUHAN. Pengakuan itu harus “datang dari hatimu sendiri”.

c.     Untuk bisa mengatakan, bahwa Yesus adalah Raja, kita perlu melatih hati terus-menerus dengan “kebenaran”. Semakin akrab kita dengan kebenaran, semakin dekat kita bisa melihat dan mengalami Sang Raja Kristus.

d.    Kebenaran: memilih yang benar, mengatakan yang benar, membela yang benar.

 

Lublin – Polandia, 24 November 2024

Rm. Valerian Karitas, Pr

Imama Diosesan Keuskupan Ruteng

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN