Postingan

Berani?

Gambar
  Ketika Yesus mengatakan, bahwa IA tidak menghapus hukum Taurat, tapi menggenapinya, ada kenyataan yang berani tapi penting untuk tetap dipegang teguh: kebenaran dan kasih tidak pernah berubah. Caranya bisa saja berubah seturut zaman, seturut selera waktu, atau seturut keadaan, tetapi tidak pernah dimaksudkan untuk dikurangi atau dikompromikan atau diubah standarnya. Kebenaran tetaplah kebenaran, kasih tetaplah kasih. Dari standar yang tak tergoyahkan ini, Yesus menantang kita, para pengikut-Nya. Pada batas mana kita berdiri dan memegang teguh prinsip ini? Apakah sekadar ‘agar disebut baik’?, apakah sekadar agar lepas dari tuntutan dan beban ‘dilihat dan diperhatikan orang’? Apakah hanya sejauh ‘yang penting sudah berbuat’? Mari kita bahas empat standar dasar Hukum Taurat yang oleh Tuhan Yesus katakan ‘tidak cukup hanya sampai di situ (saja)’. Pertama, jangan membunuh. Tuhan Yesus menggariskan sesuatu yang lebih tinggi: ‘pembunuhan’ adalah aksi kekerasan yang keji mela...

BERBAHAGIALAH

Gambar
(Mat 5:1-12a)    Tuhan Yesus dalam injil hari ini membagi tiga bagian utama dari kualitas orang-orang ‘berbahagia’. 1.      Orang yang ‘mencari dan mengejar’ kebenaran (miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah-lembut, dan disimpulkan dalam frasa ‘lapar dan haus akan kebenaran’). Pada bagian ini, ukuran kebahagiaan sejati adalah mencari dan terus mencari kebenaran . ·        Hati yang berbahagia tidak pernah puas karena ‘yang penting bisa berkecukupan atau kaya, meskipun tidak benar’ . ·        Hati yang berbahagia juga ‘tidak dapat terus tinggal dan putus asa dalam dukacita tanpa pergi mencari jalan penghiburan di dalam TUHAN’. ·        Tidak ada sukacita, tentu saja, pada hati yang kasar, sebab tidak ada kebenaran yang ditemukan dalam kebrutalan dan kemarahan. Lembah lembut, tentu saja, berarti ‘jernih melihat jalan, dan tentu saja akan membimbing pad...

SUDAH (BARU) 5 TAHUN

Gambar
    Betapa aku bermimpi, aku bisa merindukan-Mu Menikmati sepenuhnya saat-saat bersama-Mu Mencintai-Mu…   Mengapa Daud gembira sekali, sampai menari-nari? Mengapa Elia begitu tenang dan teguh percaya pada-Mu? Mengapa Maria sampai menjawab ‘terjadilah padaku menurut perkataan-Mu’? Mengapa Elizabeth dan Yohanes kecil begitu bahagia? Mengapa Simeon dan Hana begitu bersemangat? Mengapa Zakheus sampai memanjat pohon? Mengapa perempuan yang sakit pendarahan itu bisa memegang jubah-Mu? Mengapa Maria dan Marta bisa menunggu-Mu dengan setia, bahkan dalam kesedihan yang mustahil dihibur sekali pun? Mengapa perempuan itu bisa meminyaki kaki-Mu dan menyeka kaki-Mu dengan rambutnya? Mengapa Maria Magdalena dan yang lain masih mau juga ke kubur-Mu? Mengapa Petrus, dengan segala kelemahannya, dengan berani mengatakan “Benar, TUHAN, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”?   Mereka bersukacita, TUHAN. Mereka gembira sekali. Mereka bahagia sekali. Me...

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

Gambar
  1.      Kesepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus berpisah jalan ketika sudah sembuh; sembilan pergi terus dan satu pulang dan bersyukur. Untuk menelisik dua sikap yang bertolak belakang ini, ada dua hal yang menarik untuk direnungkan: a.       Kesembuhan mereka berjalan ‘biasa saja’. Tidak ada kata-kata penuh kuasa dari Tuhan Yesus, tidak ada tindakan spektakuler. Hanya ada “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." (Luk 17:14), dan mereka menjadi sembuh di tengah jalan. Menariknya, mereka begitu kompak: meminta pertolongan, pergi kepada imam (mereka pergi dalam kondisi kusta, dan berani karena iman mereka pada kuasa Yesus). Ketika kita menderita dan benar-benar butuh pertolongan, kita biasanya kompak, dan jalan yang diberikan selalu diambil dengan penuh iman. b.      Situasi menjadi berubah ketika mereka sembuh. Tuhan Yesus, yang ‘memprotes karena ‘menghilang’nya kesembilan orang lain, secara l...

EKARISTI: HIDUP DARI TUHAN YANG PEDULI

Gambar
  Para murid dan Yesus berbeda sikap soal penanganan 'rasa lapar' orang-orang yang datang mendengarkan Yesus. Yesus, yang menolak usul para murid untuk ‘pergi ke kampung-kampung’ (Luk 9:12), menegaskan "kamulah yang memberi mereka makan" (Luk 9:13). Menyerahkan urusan ini pada mereka sendiri saat hari sudah mulai malam jelas tidak akan menyelesaikan persoalan, sebab belum tentu orang-orang akan memberi mereka makan (bdk. kisah keberatan seorang sahabat ketika dimintai bantuan untuk memberi roti saat ia dan anak-anaknya sudah tidur, Luk 11:5-7). Ketika Yesus menyatakan "kamulah yang memberi mereka makan" (Luk 9:13), IA menegaskan kepada para muridNya tentang dua hal penting: ü Yesus, TUHAN dan Sang Roti Hidup, ada di tengah-tengah mereka. Untuk apa mereka malah menunjuk ke tempat lain? ü Para murid, yang hidup dari Sang Roti Hidup, harus punya kepekaan dan kepedulian yang sama terhadap rasa lapar semua orang. Ekaristi selalu menjadi “rumah yang me...

DATANGLAH, YA ALLAH ROH KUDUS

Gambar
  1.      Dalam Injil Yohanes, Yesus menjanjikan Penolong yang lain, yang akan menyertai kita selama-lamanya. Sang Penolong, Roh Kudus, “…akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 12:26). 2.      Di hari Pentakosta, orang-orang Yahudi digemparkan oleh semangat berapi-api para murid, yang diberitakan “berbicara dalam bahasa-bahasa lain…” (Kis. 2:4). Mereka menjadi bersemangat, keluar dari ‘persembunyian’, “mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis. 2:11) dalam bahasa, yang ajaibnya, didengar dan dipahami oleh orang-orang dengan bahasa yang berbeda pada saat yang sama. 3.      Allah Roh Kudus mengubah hati para murid dari takut menjadi berani, IA  juga membuat hati dan pikiran mereka ingat tentang karya Allah yang telah diwartakan Kristus kepada mereka. Di dalam dunia yang menekan mereka untuk takut dan merasa apa yan...

KISAH YANG TERULANG DI DANAU GALILEA

Gambar
1.      Bagi yang familiar dengan kisah panggilan Petrus (Luk 5:1-11), kisah mukjizat penangkapan ikan dalam injil hari ini (Yoh. 21:1-19) rasanya seperti déjà vu . Ada pengulangan, seperti pergi menangkap sepanjang malam dan tidak mendapat apa-apa (Luk 5:5, Yoh 21:3), Yesus menyuruh menebarkan jala lagi (Luk 5:4, Yoh 21:6a), terjadinya mukjizat dengan banyaknya ikan yang ditangkap (Luk 5:6, Yoh 21:6b) .   2.      Pengulangan ini menarik untuk direnungkan dengan beberapa alasan: a.       Para murid ‘yang diminta menunggu di Galilea setelah kebangkitan’ coba-coba kembali ke hidup lama mereka. Mereka mencoba untuk kembali ke ‘mode pabrik’, setelah hidup mereka seutuhnya telah diubah oleh TUHAN, terutama setelah wafat dan kebangkitan-Nya. Seperti yang bisa dibayangkan, “mereka tidak mendapatkan apa-apa”. b.       Pengulangan ini mengingatkan Petrus pada kisah perjumpaan pertamanya den...