Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

EKARISTI: HIDUP DARI TUHAN YANG PEDULI

Gambar
  Para murid dan Yesus berbeda sikap soal penanganan 'rasa lapar' orang-orang yang datang mendengarkan Yesus. Yesus, yang menolak usul para murid untuk ‘pergi ke kampung-kampung’ (Luk 9:12), menegaskan "kamulah yang memberi mereka makan" (Luk 9:13). Menyerahkan urusan ini pada mereka sendiri saat hari sudah mulai malam jelas tidak akan menyelesaikan persoalan, sebab belum tentu orang-orang akan memberi mereka makan (bdk. kisah keberatan seorang sahabat ketika dimintai bantuan untuk memberi roti saat ia dan anak-anaknya sudah tidur, Luk 11:5-7). Ketika Yesus menyatakan "kamulah yang memberi mereka makan" (Luk 9:13), IA menegaskan kepada para muridNya tentang dua hal penting: ü Yesus, TUHAN dan Sang Roti Hidup, ada di tengah-tengah mereka. Untuk apa mereka malah menunjuk ke tempat lain? ü Para murid, yang hidup dari Sang Roti Hidup, harus punya kepekaan dan kepedulian yang sama terhadap rasa lapar semua orang. Ekaristi selalu menjadi “rumah yang me...

DATANGLAH, YA ALLAH ROH KUDUS

Gambar
  1.      Dalam Injil Yohanes, Yesus menjanjikan Penolong yang lain, yang akan menyertai kita selama-lamanya. Sang Penolong, Roh Kudus, “…akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 12:26). 2.      Di hari Pentakosta, orang-orang Yahudi digemparkan oleh semangat berapi-api para murid, yang diberitakan “berbicara dalam bahasa-bahasa lain…” (Kis. 2:4). Mereka menjadi bersemangat, keluar dari ‘persembunyian’, “mewartakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis. 2:11) dalam bahasa, yang ajaibnya, didengar dan dipahami oleh orang-orang dengan bahasa yang berbeda pada saat yang sama. 3.      Allah Roh Kudus mengubah hati para murid dari takut menjadi berani, IA  juga membuat hati dan pikiran mereka ingat tentang karya Allah yang telah diwartakan Kristus kepada mereka. Di dalam dunia yang menekan mereka untuk takut dan merasa apa yan...