Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Renungan Minggu, 26 April 2020

HARI MINGGU III PASKAH Emaus Kis. 2:14, 22-33 1Ptr. 1:17-21 Luk 24: 13-35 Di mana TUHAN? Saat Corona malah makin menakutkan Saat ancaman kelaparan dan kehilangan pekerjaan malah makin menjadi-jadi Saat hati dan hidup tak lagi sanggup seputih jubah, kering kerontang, tak punya arah Saat doa-doa seperti kosong, mengalir saja tanpa rasa Di mana TUHAN? Hari ini, Tuhan menyapa kita melalui kisah dua murid yang berjalan pulang menuju Emaus. Kita akan melihat bersama, cara TUHAN memeluk keputusasaan kita, itu luar biasa hebat. Mari kita merenung bersama. Tahap I. Pulang Kisah injil ini diawali dengan momen kepergian dua murid. Mereka pergi dari Yerusalem, setelah melihat apa yang terjadi dengan Sang Guru mereka. Mereka pergi setelah menyaksikan kisah salib dan kematian mengerikan Sang Guru, sekaligus menyaksikan kematian harapan dan kebahagiaan mereka sebagai murid. Kisah kebangkitan yang mereka dengar bahkan tidak cukup mengubah mereka. Apakah mereka mau lari dari kenyataan...

Renungan Minggu, 8 Maret 2020

HARI MINGGU II PRAPASKAH Prapaskah: dipanggil untuk menikmati Kemuliaan TUHAN Kej 12:1-4a, 2Tim 1:8b-10, Mat 17:1-9 Pengantar: Bapa ibu, kita memasuki Minggu Kedua dalam masa Prapaskah. Kita diajak untuk kembali meneruskan pertobatan kita dengan berpuasa, mengubah diri agar berkenan di hadapan TUHAN. Prapaskah berarti kita dipanggil untuk menikmati Kemuliaan TUHAN. Abram dalam bacaan pertama dipanggil TUHAN untuk pergi menuju tanah yang IA janjikan, Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada Timotius menekankan bahwa TUHAN memanggil kita kepada hidup, yang IA janjikan melalui wafat dan kebangkitanNya. Ketiga murid ditakjubkan oleh kemuliaan Yesus di gunung. Kelemahan dan dosa kadang-kadang membuat kita tidak mampu melihat kemuliaan Allah, sehingga kadang-kadang kita ragu untuk bertobat. Karena itu, marilah kita menyatakan kelemahan dan dosa kita di hadapanNya. Renungan: Dalam bacaan pertama, kita dengar tadi, TUHAN memanggil Abram, menyuruhnya pergi dari tanahnya sendiri (Har...