Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Berani?

Gambar
  Ketika Yesus mengatakan, bahwa IA tidak menghapus hukum Taurat, tapi menggenapinya, ada kenyataan yang berani tapi penting untuk tetap dipegang teguh: kebenaran dan kasih tidak pernah berubah. Caranya bisa saja berubah seturut zaman, seturut selera waktu, atau seturut keadaan, tetapi tidak pernah dimaksudkan untuk dikurangi atau dikompromikan atau diubah standarnya. Kebenaran tetaplah kebenaran, kasih tetaplah kasih. Dari standar yang tak tergoyahkan ini, Yesus menantang kita, para pengikut-Nya. Pada batas mana kita berdiri dan memegang teguh prinsip ini? Apakah sekadar ‘agar disebut baik’?, apakah sekadar agar lepas dari tuntutan dan beban ‘dilihat dan diperhatikan orang’? Apakah hanya sejauh ‘yang penting sudah berbuat’? Mari kita bahas empat standar dasar Hukum Taurat yang oleh Tuhan Yesus katakan ‘tidak cukup hanya sampai di situ (saja)’. Pertama, jangan membunuh. Tuhan Yesus menggariskan sesuatu yang lebih tinggi: ‘pembunuhan’ adalah aksi kekerasan yang keji mela...

BERBAHAGIALAH

Gambar
(Mat 5:1-12a)    Tuhan Yesus dalam injil hari ini membagi tiga bagian utama dari kualitas orang-orang ‘berbahagia’. 1.      Orang yang ‘mencari dan mengejar’ kebenaran (miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah-lembut, dan disimpulkan dalam frasa ‘lapar dan haus akan kebenaran’). Pada bagian ini, ukuran kebahagiaan sejati adalah mencari dan terus mencari kebenaran . ·        Hati yang berbahagia tidak pernah puas karena ‘yang penting bisa berkecukupan atau kaya, meskipun tidak benar’ . ·        Hati yang berbahagia juga ‘tidak dapat terus tinggal dan putus asa dalam dukacita tanpa pergi mencari jalan penghiburan di dalam TUHAN’. ·        Tidak ada sukacita, tentu saja, pada hati yang kasar, sebab tidak ada kebenaran yang ditemukan dalam kebrutalan dan kemarahan. Lembah lembut, tentu saja, berarti ‘jernih melihat jalan, dan tentu saja akan membimbing pad...