Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

SAKSI MATA

Gambar
  Luk. 1:1-4, 4:14-21 1.     Para saksi mata dan pemberita Firman (1:2) adalah orang-orang yang kisah perjumpaan dengan Tuhan dan kisah pewartaan tentang Tuhan ditulis oleh penginjil Lukas. Mereka adalah para murid dan rasul, yang berjumpa dan mendengar Tuhan Yesus secara langsung, dan aktif mengajarkan iman akan Kristus saat Lukas menulis Injil. 2.     Tuhan Yesus, dalam kunjungan-Nya ke sinagoge di Nazareth, memberi garis besar tentang bagaimana menjadi “saksi mata” di dalam iman. Ada tiga hal penting yang perlu direnungkan dalam kisah ini: a.      Tuhan Yesus mengunjungi Nazareth, “tempat IA dibesarkan” (4:16). Mereka tahu banyak tentang Yesus yang menjadi bagian dari mereka sejak masa kecilNya. Dalam iman, kita bisa “tahu banyak” tentang Yesus, menghafal semua ajaran, semua kisah dan mengetahui semua hal tentang ajaran iman kita, tetapi apakah itu cukup untuk menjadi “saksi mata”? b.     Tuhan Yesus memb...

PESTA KITA DI KANA

Gambar
(Yoh. 2:1-12) 1.     Yesus dan murid-muridNya dikisahkan diundang dalam pesta nikah di Kana (Yoh 2:2). a.      Perayaan itu adalah kegembiraan dan sukacita keluarga. Mereka menggelar pesta, menyiapkan segala sesuatu, dan mengundang orang lain untuk bergembira dan bersukacita bersama mereka, termasuk Yesus. b.     Ternyata mereka kekurangan anggur (Yoh 2:3), salah satu bahan pesta yang penting dalam budaya Israel zaman itu. Kekurangan anggur, akan membuat suasana pesta menjadi kurang enak, sebab bukan hanya sukacitanya yang jadi terganggu; para tamu kemungkinan juga akan membicarakan tentang tuan pesta yang “kurang siap” (bdk. pujian kepada tuan pesta dalam Yoh. 1:10, “engkau menghidangkan anggur yang baik sampai sekarang”). c.      Ketika Yesus mengubah air menjadi anggur, ada dua hal menarik; (1) Betapa cepat tanggapnya Maria, ibu Yesus, yang “sudah ada di situ” (Yoh. 2:1). Ia yang pertama menyadari k...

IKUT ANTRE

Gambar
(Luk 3:15-16, 21-22)   1.     Orang-orang yang menantikan kedatangan Mesias begitu penasaran dengan sosok Sang Mesias, sebab Yohanes yang begitu menarik banyak orang ternyata bukan Kristus (bdk. Luk 3:16). Yohanes dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa Mesias yang datang jauh lebih besar dari dia. IA akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. “Kalau Yohanes yang menurut dirinya sendiri kecil saja sudah begini, apalagi Sang Mesias”, kira-kira begitulah isi pikiran orang-orang yang mendengar Yohanes saat itu. DIA pasti begitu luar biasa, dengan kehadiran yang jauh lebih berpengaruh dari Yohanes yang mereka saksikan saat itu. KehadiranNya sudah bisa dipastikan dahsyat, menarik jauh lebih banyak orang, memberitakan janji yang jauh lebih “menarik” daripada janji-janji menarik Yohanes yang telah membuat mereka mendengarkan dia. 2.     Menariknya, di antara orang banyak yang mengantre untuk dibaptis oleh Yohanes, Yesus, Sang Mesias, ikut dibaptis juga. ...

ZIARAH

Gambar
  1.     Orang-orang Majus berziarah jauh dari Timur untuk bertemu “Raja orang Yahudi yang baru lahir” (Mat 2:2). Mereka berangkat, dan bertemu dengan Herodes dan penduduk Yerusalem, yang diberitakan “terkejut”. Penduduk Yerusalem mungkin saja tidak tahu, meskipun Sang Mesias telah mereka nantikan sejak lama. Herodes tentu saja terkejut, sebab ada raja lain yang berpotensi menggulingkan pemerintahannya. Sepertinya, berita pembebasan dan damai adalah ancaman bagi jenis praktik kekuasaan tertentu, seperti kekuasaan gaya Herodes. 2.     Herodes licik dan jahat sekali. Pada bagian berikut dari perikop injil yang didengar hari ini, kita tahu motif dibalik sikap ‘halus’ Herodes (bdk. pembunuhan anak-anak di Bethlehem: Mat 2:16). Dia mengatur ‘drama’nya dengan luar biasa. a.      Setelah ‘terkejut’ (seolah-olah sama-sama menanti seperti orang Yahudi kala itu), “maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu...

KOLĘDA

Gambar
Pastor yang berjalan kaki dari rumah ke rumah, bapak-bapak berambut putih dengan langkah tertatih tapi tak kurang gembira menebar senyum dan menjemput penuh kehangatan, dan gema sapaan “ szczęść bo ż e ” (TUHAN memberkati, biasanya menjadi sapaan khusus untuk para pastor atau rohaniwan Katolik) di halaman yang berlumpur dan basah (konon sering bersalju tebal), keluarga yang berkumpul di ruang tengah dengan meja bertaplak putih dengan salib dan dua lilin di atasnya, nenek-nenek penuh semangat yang dengan sigap menggeser piring-piring datar penuh kue-kue coklat, pasti buatan tangan tua mereka sendiri, sambil menawarkan “ może herbata czy kawa?” (mungkin teh atau kopi?), lagu-lagu Natal yang dinyanyikan bersama-sama, dan doa berkat atas keluarga dan rumah yang mengalir indah dan merecik bersama tetes air berkat yang pergi membahagiakan hati, ikatan kasih keluarga, dinding-dinding rumah yang dingin, dan harapan, dan cerita-cerita yang mengalir deras, tentang hidup, tentang rindu, tentang ...