LUKA DARI CINTA YANG SERIUS


1.      Kepada para murid (Yoh. 20:19) dan kemudian kepada Thomas ‘yang tidak percaya’ (Yoh. 20:27), Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya. Ia memperlihatkan luka-luka, yang menunjukkan bahwa IA benar-benar disalibkan dan dan wafat, dan sekarang benar-benar bangkit. Bagi mereka, bukti ini penting sekali, karena selain menunjukkan bahwa sekarang yang menampakkan diri kepada mereka adalah TUHAN, bukti ini juga menunjukkan, (1) yang disalibkan dan wafat untuk menebus mereka adalah benar-benar Tuhan Yesus (bukan orang lain), dan (2) yang kini hidup adalah Tuhan Yesus (ada bukti luka).

2.      Bagian paling menarik dari kisah ini, adalah ketika yang ditunjukkan Yesus sebagai bukti kebangkitan-Nya, dan yang ‘diperkarakan’ Thomas ketika ragu-ragu, adalah luka. Luka-luka bekas paku, dan terutama luka bekas tikaman tombak yang memastikan kematian-Nya (bdk. Yoh 19:34), adalah bukti tak terbantahkan tentang Yesus yang benar-benar menderita dan wafat bagi mereka, dan bagi kita.

3.      Luka-luka itu, adalah luka-luka kita yang IA tanggung. Tangan dan lambung yang IA perlihatkan menunjukkan bahwa penderitaan dan wafat-Nya adalah pilihan cinta paling serius, Pilihan ‘cinta mati’ yang juga harus mereka (dan kita) lihat, sebab IA wafat untuk mereka (dan untuk kita).  Bukti cinta itu ditunjukkan langsung, juga kepada Thomas, dan kepada kita.

4.      Luka-luka itu juga ditunjukkan oleh Yesus yang kini bangkit dan hidup. Yesus yang benar-benar wafat kini berdiri dan hidup, dan ada di antara mereka. Luka karena cinta memang menyakitkan dan berat, ditanggung sampai wafat oleh Yesus, tapi IA kini menang. Luka karena kasih itu menakutkan para murid yang menyangka mereka kalah karena TUHAN dan guru mereka telah wafat, tetapi kini yang berdiri di hadapan mereka, terluka dan kini hidup, wafat dan kini bangkit, adalah TUHAN dan guru mereka.

5.      Kebangkitan Yesus, dan luka-luka ‘cinta mati’-Nya yang ditunjukkan, adalah bukti tak terbantahkan dari ‘kasih yang tak akan kalah’. Luka-luka itu adalah bukti dari ‘ada engkau di dalam hati-Ku, dan AKU memilih menderita dan wafat demi menarikmu kepada-Ku’.

 

Lublin – Polandia, 27 April 2025

Minggu Kerahiman Ilahi

Rm. Valerian Karitas, Pr

Imam Diosesan Keuskupan Ruteng

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN