Pantang dan Puasa Bukan Diet dan Hemat

Kalau hasil dari pantang dan puasa Prapaskah adalah penurunan berat badan, atau penurunan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah, itu namanya diet. Kalau puasa dan pantang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran, itu namanya hemat. Lantas, apa yang yang membedakannya dengan puasa dan pantang?

  1. Puasa dan pantang itu mesti “ditukar dengan amal baik”. Uang untuk beli daging, misalnya, karena sudah pantang, digunakan untuk membantu korban bencana. Uang untuk makan penuh atau beli rokok, misalnya, karena puasa, disumbangkan untuk anak-anak di panti asuhan. 
  2. Kalau mau menemukan damainya berpuasa jenis ini, usahakan untuk melakukannya secara harafiah, seperti gaya anak kecil memasukkan uang ke dalam celengan. Sebagai contoh, ambil uang untuk beli daging hari jumat, dan katakan “ini uang untuk beli daging hari ini”, lalu gunakan untuk perbuatan amal, dan katakan “TUHAN, ini uang untuk beli daging hari ini. Kami sekeluarga kurbankan untuk membantu korban bencana alam di…”. 
  3. Tidak jadi membeli yang kita senangi disebut “menyangkal diri”. Kita berhenti sebentar dari “pasti ada dan selalu ada”. Kita berhenti sebentar dari kesenangan, belajar tersalib dan berkurban bersama TUHAN. 
  4. Menukar kesenangan kita adalah arti terdalam dari memberi dan mencintai. Memberi bukan hanya “saya punya lebih” atau “mereka lebih butuh”, tetapi diri saya dan kebutuhan saya saya berikan agar mereka hidup. Itu namanya “berkurban”.
  5. Jangan lupa berdoa. 


Lublin-Polandia, 14 Februari 2024
Rabu Abu - Valentine - Pemilihan Umum 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN