RENUNGAN MINGGU, 19 SEPTEMBER 2021
CINTA dan KEKUASAAN
Mrk.
9:30-37
Meski sama-sama berarti dekat,
cinta dan memiliki itu beda. Cinta: saya rela luka demi senyumanmu. Memiliki,
engkau harus terluka demi senyumanku.
Mengapa cinta dan memiliki sendiri tidak
dapat berjalan bersama. Mengapa TUHAN bilang, siapa yang terbesar, hendaknya
menjadi pelayan, jadi hamba? Mengapa TUHAN mengambil anak kecil sebagai contoh?
a. Teman dari
kasih itu kurban dan luka, jadi apa yang mesti saya buat untuk orang, bukan apa
yang orang buat untuk saya. Teman dari memiliki itu cemburu, egois, sombong,
berpusat pada apa yang harus orang buat untuk saya. Meskipun keduanya
berlawanan, keduanya menjadi seperti dua sisi mata uang, jalan sama-sama dalam
satu hati. Ada waktunya satu lebih kuat, ada waktunya yang lain yang lebih
kuat. Mari, saya tunjukkan
b. Apapun,
hubungan asmara, keluarga, pekerjaan, pelayanan, diawali dan dibangun oleh
kasih. Bagaimana memiliki bisa menguasai kasih? 1. Waktu kita mengeluh. 2. Waktu
kita mulai banding-banding. 3. Waktu kita mulai cerewet, apa-apa tanya, apa-apa
perintah, apa-apa larang. Tidak masalah sebenarnya, tapi ternyata itu berarti
kita tidak cukup yakin, orang bertanggung jawab terhadap kedekatannya dengan
kita. Maka di dalam rumah tangga dan asmara, cinta itu menjadi rentan
kekerasan, rentan adu mulut. Di dalam pekerjaan, pelayanan itu menjadi relasi
saling menguasai, saling menjatuhkan, saling sikut kiri-kanan, saling jual satu
sama lain.
Jadi ada
waktu, memiliki dapat merebut kasih di dalam diri.
c. Lalu bagaimana?
Engkau biar ganteng, putih, hidung mancung, gagah perkasa, pekerjaan bagus, di
dalam cinta, engkau masih anak-anak di depanku, tidak sempurna. Kerelaan mencintai
mesti berjalan bersama kesediaan menjadi anak di depan TUHAN, tidak sok kuat,
tidak sok hebat. Maka kasih, cinta, pelayanan, dan doa mesti berjalan bersama. Tanpa
doa, cinta rentan jadi memiliki, kuasa. Tanpa cinta, tidak usah doa, omong
kosong.
d. TUHAN mau
bilang, cinta itu luka, dan terus akan jadi luka, karena engkau masih anak-anak
dan terus begitu. Dan engkau, akan terus jadi anakKu, selalu.
Komentar
Posting Komentar