Selesailah Sudah


 “Selesailah sudah”

 

Ketika ada panggung, manusia adalah sejahat-jahatnya manusia

Engkau tak perlu kenal, cukup bermodalkan satu – dua cerita, segera engkau ada di kelompok penuduh.

Engkau tak perlu tahu banyak, asal ada kuasa dan senjata di tanganmu, segera engkau ikut menyiksa.

Engkau tak perlu tersakiti atau terluka, cukup nyaman dan untung dengan posisi yang ada, segera engkau terganggu dan ribut.

Cukup satu panggung, dengan seribu kamera HP android menyemarakkannya, manusia mempertontonkan kejahatannya, sejahat-jahatnya manusia.

 

Lalu lihatlah, betapa diamnya TUHAN, di panggung itu, sampai mati…

Kejahatan menjadi begitu gembira, mempertontonkan seluruh keahlian dan berlapis-lapis hasrat terpendamnya.

Kengerian manusia, dikorek dan dibongkar, diperlihatkan tanpa malu-malu lagi.

Semua jurus dikerahkan, semua senjata terlihat, semuanya dipamerkan sebanyak mungkin, jelas sedetil-detilnya. Kematian harus ditunda selama mungkin, sebab kalau TUHAN cepat mati, tidak banyak yang bisa ditonton, tidak banyak viewers.

 

Ketika TUHAN mati, kejahatan langsung kehilangan dirinya. Tidak ada apa-apa lagi untuk dibuat. Tak ada ide lagi.

Pada saat yang sama, seluruh dirinya telah telanjang, kelihatan sampai sudut-sudut tersembunyi yang selama ini terkekang, terbelenggu menunggu panggung.

Kejahatan itu telah kalah.

 

“selesailah sudah”

 

Satu persatu, setelah berfoto-foto, orang-orang itu pulang ke rumahnya.

“Sabat akan segera mulai”.

Mereka harus segera mempersiapkan Paskah.

 

Lublin – Polandia, 29 Maret 2024

Jumat Agung

Rm. Valerian Karitas, Pr

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN