Renungan Minggu, 31 Maret 2019

Minggu Prapaskah IV
Luk 15:1-3, 11-32
Penantian Sang Bapa

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.  (Luk 15:20)

Seburuk apapun, engkau tetap anakNya, anakNya yang sangat IA kasihi
Sejauh apapun engkau pergi
IA tak pernah melewatkan hari, melihat jalan pulang, dan menunggumu kembali

Bahkan bila engkau menolakpun, pergi dan hidup seolah-olah tak berBapa lagi
Lalu bila dunia tak lagi dapat kau beli, kau rendahkan darahmu serendah binatang, itupun tak diizinkan
IA tetap melihat jalan pulang, menunggumu kembali
IA tak ingin melewatkan bahagiaNya tanpamu

Maka bila engkau kembali
BahagiaNya kini lengkap, dan IA akan berlari merangkul dan menciummu, anakNya
Di dalam hangat rangkulanNya, ketahuilah
Bahkan segala alasanmu tak lagi IA tanyakan
Bahkan segala berkatNya yang kau habiskan tak lagi IA tagih
Itu BAPAmu, BAPA yang penuh kasih

Sudahlah, mari kembali sekarang

Engkau mendapatkan TUHAN dengan berjalan
Tetapi IA selalu mendapatkanmu dengan berlari

Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman
Fr. Valerian Karitas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN