Renungan Jumat 22 Maret 2019

Mat 21:33-43, 45-46
Penggarap Kebun Anggur

Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.  (Mat 21:38)

Tidakkah engkau tahu, bahwa segala yang ada padamu adalah pemberian?
Berapa kali engkau merayakan kegagalanmu memanen rahmat kasih?
Kau tutup nuranimu
Kau bunuh suara hatimu
Lalu bergembira ria merayakan kekalahan hati

Manusia pada dasarnya tidak suka diganggu
IA tak sampai ke hati, karena engkau tak rela dipanggil pulang, apalagi oleh sesamamu

Manusia hanyalah penggarap
Tanah, bahkan anggur juga milikNya
Berlakulah seperti engkau tak pernah memiliki
Terima dengan syukur
Kerjakan dengan baik, sambil berdoa, sebab IA yang memiliki lebih tahu
Lalu terimalah sesamamu dengan kasih
Ia juga penggarap, bekerja untuk dirinya, tak pernah merebut bagianmu
Lagipula, bukankah rahmat jauh lebih banyak jika tak sendiri?

Jika engkau masih mentuhankan dirimu
Kau bunuh nuranimu, sejengkal demi sejengkal

Damai di bumi, cinta di hati, kasih pada sebutir senyuman
Fr. Valerian Karitas
NB: panjang lagi, maaf 🙏🙏😇

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA RASA SYUKUR BISA TIDAK ADA DI HATI?

BERBAHAGIALAH

SUDAH (BARU) 5 TAHUN