Bahagia Panggilan
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku (Yoh 10:14)
"Romo, apa yang buat Romo bahagia jadi Romo?"
Aduh, banyak ya.
Saya senang sekali melihat senyuman bayi saat saya baptis. Saya menikmati saat-saat membuat mereka tersenyum saat pembaptisan. Mereka kelihatannya bahagia sekali bertemu TUHAN.
Saya senang sekali mendengar pengakuan, sambil membayangkan dengan bersemangat dalam kepalaku, betapa baiknya TUHAN yang memeluk setiap orang yang terluka. Saya senang membayangkan saat itu TUHAN berlari memeluk mereka kembali, dan mereka pulang dengan senyuman lebar, dibebaskan oleh TUHAN.
Saya merasa diberkati, ketika bisa menjadi pendengar yang TUHAN inginkan, menerima tanpa menghakimi, memberi saran tanpa membenci.
Saya senang sekali menyaksikan cinta yang suci, diucapkan langsung dari bibir mereka yang rela menyalibkan dirinya dalam bahagia keluarga. Saya membayangkan TUHAN memeluk mereka berdua, lalu nanti bertiga, lalu berempat, lalu serumah.
Saya bahagia jika diberi kesempatan hadir di akhir hidup setiap orang, memastikan, bahwa yang mereka lihat sebelum pulang, adalah TUHAN yang menjemput mereka ke rumahNya yang kudus.
Di atas segalanya, saya selalu bersemangat merayakan Ekaristi, waktu terdekatku dengan TUHAN, sekaligus waktu terdekat semua orang dengan TUHAN. Aku bisa berbicara sedekat itu, membawa semua orang pada TUHAN.
Ketika dalam satu dan dua kesempatan, "Romo, terima kasih. TUHAN sudah mengabulkan doa kami". Amiiin.
Jadi ya, semuanya, semuanya, membahagiakan.
"Romo yang berkat?"
Bukan, bukan. TUHAN yang beri berkat.
Tugas saya, dan selalu menjadi tugas saya, hanya membawa TUHAN. DIA selalu tahu, apa yang semua orang butuhkan.
"Apa yang Romo takutkan?"
Kalau saya tidak sempat datang.
Lublin, Polandia, 21 April 2024
Minggu IV Paskah
Hari Minggu Doa Untuk Panggilan Sedunia

Komentar
Posting Komentar