PILIHAN KASIH
(Luk
6:27-38)
1. Sabda
Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita tentang “pilihan kasih” sebagai “pilihan
iman”.
2. Pilihan
itu diambil oleh Daud dalam bacaan pertama. Ia memilih tidak berbuat buruk pada
Saul, yang saat itu menjadi musuh yang mengancam nyawanya. Bahkan ketika ia
dirugikan, ia memilih untuk tidak membalas Saul.
3. Pilihan
itu diajarkan dengan jelas oleh Tuhan Yesus dalam injil: “kasihilah musuhmu dan
berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu”.
4. Ada tiga
posisi hati manusia:
a. Posisi
jahat: berbuat jahat, juga kepada orang yang baik pada kita, melukai orang,
berkata-kata kasar.
b. Posisi
baik: adil (memberi kepada yang berhak), membalas perbuatan baik orang.
c.
Posisi kasih: mengasihi tanpa batas,
mengampuni.
5. Pilihan
iman kita adalah pilihan kasih.
a. Kita
tidak boleh jadi jahat, melukai orang demi diri sendiri. Kita tidak cukup jadi
baik saja, membalas kebaikan orang. Kita harus memilih posisi kasih.
b. Kita ada
di dunia di mana demi menenangkan diri, orang tega merusak tubuhnya sendiri,
merusak tubuh orang lain. Kita ada di dunia di mana demi entah apa, orang tidak
punya kepedulian, bahkan membenarkan tindakan membunuh dan menghancurkan hidup
orang lain.
c.
Kita ada di dunia yang rajin membalas
dendam. Kalau ada orang buat jahat, satu setan datang, dan kalau kita
membalasnya, setannya sudah jadi dua. Dendam juga berarti engkau minum racun
dan mengharapkan lawanmu yang mati keracunan.
6. Apa itu
kasih?
a. Aku
mencintaimu. Ya, engkau salah, dan aku mencintaimu. Bukan “engkau salah tetapi
aku mencintaimu”. Kasih bukan kompromi dengan kesalahan dan dosa, tetapi
memilih untuk “ada tanpa tapi” dan bertahan di dalamnya.
b. Aku
mencintaimu. Ya, kalau ada hal buruk yang terjadi, biar aku saja yang terluka. Kasih
bukan berbagi keuntungan atau kesenangan, tetapi tentang berdebat tiap waktu
tentang “biar saya saja yang mengambilnya” ketika berhadapan dengan risiko dan
tantangan yang berat.
c.
Aku mencintaimu. Jika ada sesuatu dariku
yang bisa membuatmu bahagia, ambillah. (ingat, bukan “jika ada sesuatu
dariku yang bisa membuatmu berdosa, ambillah. Ini tidak benar). Kasih bukan
“menjual diri demi cinta buta”, tetapi kesediaan untuk memberikan yang terbaik
demi kebahagiaan orang lain. Kasih adalah ketika kita tersenyum bangga pada perubahan,
hal yang baik, keberhasilan, dan perjuangan orang yang kita kasihi, dan kita
telah diberkati untuk terlibat di dalamnya.
7. Pilihan
kasih adalah pilihan Kristus sendiri, yang terbukti secara jelas dalam
Ekaristi. Ia memilih menjadi kurban, dan memberi DiriNya untuk kita.
8. Jika
dalam hidup, engkau disuruh memilih, pastikan untuk selalu memilih yang
terbaik: pilihan kasih.
LLublin-Polandia, 23 Februari 2025
Rm. Valerian Karitas, Pr
Imam Diosesan Keuskupan Ruteng

Komentar
Posting Komentar